Andi Rosman di Gala Dinner dan Pelantikan Dewan Hakim MQK: Menguatkan Tradisi Keilmuan Wajo di Panggung Nasional

  • Whatsapp
Sewlamat datang di Kabupaten Wajo (dok: Istimewa)

PELAKITA.ID – Menjelang pembukaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional dan Internasional, sebuah rangkaian acara penting digelar pada malam 1 Oktober 2025: gala dinner dan pelantikan dewan hakim.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini turut dihadiri oleh Bupati Wajo, Andi Rosman, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MQK yang digelar di Pondok Pesantren As’adiyah Macanang, Kecamatan Majauleng.

Kehadiran Bupati dalam momen pra-acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Wajo dalam menjaga tradisi intelektual pesantren serta memperkuat posisi Wajo sebagai pusat pendidikan keagamaan yang berpengaruh di Sulawesi Selatan dan Indonesia.

MQK, yang berfokus pada kemampuan membaca, memahami, dan mengkaji kitab kuning, merupakan salah satu ajang paling bergengsi di lingkungan pesantren.

Karena itu, pelantikan dewan hakim menjadi agenda strategis untuk memastikan kompetisi berlangsung profesional, kredibel, dan sesuai standar keilmuan yang diakui secara nasional maupun internasional.

Dalam suasana kekeluargaan yang tercipta selama gala dinner, para ulama, pimpinan pesantren, dan tokoh masyarakat Wajo berinteraksi, mempererat hubungan, dan menyatukan visi mengenai pentingnya peran pesantren dalam membangun kualitas generasi muda.

Andi Rosman memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama Pondok Pesantren As’adiyah yang selama puluhan tahun menjadi mercusuar keilmuan di Wajo.

Menurutnya, MQK bukan hanya sekadar lomba membaca kitab kuning, tetapi juga panggung bagi santri untuk memperlihatkan kemampuan intelektual dan penguasaan literatur Islam klasik.

Ajang ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi jaringan pesantren serta memperluas jejaring internasional karena dihadiri peserta dari berbagai negara. Dengan posisi Wajo sebagai tuan rumah, potensi daerah untuk dikenal lebih luas pun semakin besar.

Malam pelantikan dewan hakim menjadi penentu penting bagi kelangsungan kompetisi MQK. Kehadiran Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian serius, terutama dalam menjamin fasilitas, kelancaran teknis, hingga kenyamanan para peserta dan tamu undangan.

Koordinasi lintas instansi terus diperkuat, termasuk penyediaan akomodasi, transportasi, serta ruang-ruang diskusi yang mendukung keberhasilan pelaksanaan MQK.

Gala dinner menutup rangkaian hari itu dengan suasana hangat dan penuh optimisme. Para ulama, dewan hakim, dan perwakilan daerah menyampaikan harapan agar kegiatan tahun ini memberikan dampak yang lebih luas, baik bagi penguatan tradisi keilmuan maupun pembangunan nilai-nilai moral di tengah masyarakat.

Bagi Bupati Andi Rosman, MQK adalah momentum yang selaras dengan misinya membangun Wajo sebagai daerah yang berkarakter, religius, dan berdaya saing.

Dengan rangkaian acara pembuka yang tertata rapi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, MQK 2025 di Wajo tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol kebangkitan kembali semangat literasi keagamaan yang telah lama menjadi identitas masyarakat Wajo.