Kehadiran Petinggi PT Vale Jadi Penyemangat Tim di Posko Penanganan Dampak Kebocoran Pipa Towuti

  • Whatsapp
Kiri-kanan, Kamto Aswaddin (PT Vale), H. Budiawansyah (BOD PT Vale), Denny Patandung (The COMMIT Foundation)i, Mayjen TNI (Purn) Muzamby Multazar, dan Faizal Halim (The COMMIT Foundation)

PELAKITA.ID – Kehadiran Petinggi PT Vale Jadi Penyemangat Tim The COMMIT dan sejumlah unsur yang ada di Posko Penanganan Dampak Kebocoran Pipa Towuti.

Sejumlah petinggi PT Vale Indonesia (PTVI) menyambangi posko penanganan dampak kebocoran pipa di kawasan Towuti, Luwu Timur. Dalam kunjungan tersebut hadir Board of Director PT Vale, H. Budyawansah, serta Komisaris Utama, Mayor Jenderal (Purn) Muzamby Multazar.

Kehadiran para petinggi ini disambut hangat oleh tim penanggulangan bencana yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk anggota The COMMIT Foundation dan sejumlah unsur yang memang pasca kebocoran bahu membahu mendata, mengkoordinasikan, membangun komunikasi dengan banyak pihak termasuk warga di sejumlah desa yang terpapar.

“Beliau-beliau datang saat kami ada di Posko,  untuk memastikan upaya pemulihan berjalan optimal,” ungkap Denny Patandung anggota tim The COMMIT Foundation sekaligus koordinator fasilitator desa.

Suasana di sekitar area insiden kebocoran (dok: Istimewa)

Dia sebut, kunjungan langsung dari jajaran teratas perusahaan memberikan semangat baru bagi para relawan dan petugas di lapangan.

“Sebagian tim sebenarnya sudah merasa lelah. Tapi melihat para petinggi turun langsung ke titik-titik penanganan bencana membuat kami kembali bersemangat. Rasanya bukan hanya kami yang berkontribusi, tetapi mereka juga terlibat langsung,” ujar Denny.

Ia menambahkan bahwa dalam diskusi singkat bersama tim, para petinggi PT Vale memberikan apresiasi atas dedikasi yang sudah dilakukan.

“Beliau-beliau mengatakan tim sudah bekerja luar biasa dan meminta agar tetap semangat hingga penanggulangan bencana ini tuntas serta tanggung jawab kita selesai,” tambah Denny.

Kunjungan ini, bagi Denny dan koleganya, dinilai bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi seluruh tim yang bertugas di lapangan, agar tetap fokus menyelesaikan tugas kemanusiaan dalam penanganan dampak kebocoran pipa.

Selama hamnpir tiga pekan terakhir, tim COMMIT, kata Denny, bersama unsur lain ikut menerima aduan, melakukan verifikasi, pendataan dampak dan menjalin koordinasi dengan tim PT Vale yang lain termasuk dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur.

Kerjasama, bahu membangun untuk kebaikan bersama jadi kunci penanganan bencana (dok: The COMMIT Foundation)

Tentang insiden kebocoran

Peristiwa kebocoran pipa minyak PT Vale Indonesia terjadi pada Sabtu, 23 Agustus 2025, sekitar pukul 07.30 WITA, di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, sekitar 20 kilometer dari fasilitas pengolahan perusahaan.

Dugaan awal menyebut pergerakan tanah sebagai penyebab utama kerusakan pada pipa distribusi minyak tersebut. Insiden ini langsung menarik perhatian publik karena lokasi kejadian dekat dengan kawasan pertanian dan permukiman warga.

Dampak kebocoran minyak amat serius. Tumpahan mengalir ke saluran irigasi dan puluhan hektar sawah di desa Lioka, Matompi, dan Timampu, dengan luasan terdampak mencapai 38 hingga hampir 50 hektare.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran panjang karena kontaminasi berpotensi merusak hasil panen, bahkan menurut aktivis lokal, sawah yang terdampak bisa butuh 15–20 tahun untuk kembali subur.

Siap siapa memberikan pelayanana pasca insiden kebocoran pipa (dok: Istimewa)

Menanggapi kejadian tersebut, PT Vale segera mengerahkan Emergency Response Group (ERG) untuk menghentikan kebocoran dan membatasi penyebaran dengan oil boom dan oil trap.

Perusahaan juga mendirikan Posko Informasi dan Pengaduan di kantor Camat Towuti, membuka hotline 24 jam, serta menyiapkan posko medis di Desa Lioka. Upaya pemulihan melibatkan partisipasi masyarakat, di mana lebih dari 200 relawan dari enam desa ikut bergotong royong membersihkan sungai dan sawah.

Hingga sepekan setelah insiden, tercatat 52 aduan masyarakat telah diterima, sementara perusahaan bersama tokoh masyarakat dan pemerintah daerah terus melakukan monitoring dampak sosial-lingkungan.

Penulis Denun