PELAKITA.ID – Makassar, 3 September 2025 — Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Naskah Akademik Pembentukan Satuan Kerja (Satker) BNN Kota Parepare melalui platform Zoom Meeting.
Kegiatan ini menghadirkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, antara lain:
-
Universitas Hasanuddin diwakili oleh Prof. Ahmad Ruslan, S.H., M.H.
-
Universitas Sawerigading Makassar diwakili oleh Arif Maulana, S.H., M.H.
-
Universitas Islam Makassar diwakili oleh Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag.
-
Universitas Negeri Makassar diwakili oleh Dr. Ririn Nurfaathirany Heri, S.H., M.H.
-
STIA LAN Makassar diwakili oleh Alam Tauhid Syukur, S.Sos., M.Si.
Selain itu, FGD juga diikuti oleh perwakilan Pemerintah Kota Parepare dan Satuan Reserse Narkoba Polres Parepare.
Tujuan utama kegiatan ini adalah menghimpun berbagai pandangan akademis, praktis, dan strategis yang akan dituangkan dalam naskah akademik sebagai dasar pembentukan Satker BNN Kota Parepare. Kehadiran akademisi lintas universitas diharapkan memperkuat landasan akademik sekaligus memberi rekomendasi komprehensif terkait urgensi, kebutuhan, dan strategi kelembagaan.
Diskusi berlangsung dinamis dengan menyoroti aspek hukum, sosial, kesehatan, hingga kelembagaan yang relevan dalam mendukung upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kolaborasi lintas sektor—pemerintah, akademisi, dan masyarakat—ditekankan sebagai kunci penguatan kelembagaan BNN di daerah.
Dalam sesi diskusi, perwakilan STIA LAN Makassar, Alam Tauhid Syukur, S.Sos., M.Si., menegaskan perlunya penyempurnaan naskah akademik, terutama dalam aspek anggaran dan struktur organisasi.
“Naskah akademik yang ada ini masih perlu penguatan agar benar-benar menjadi dasar yang kokoh dalam pembentukan Satker BNN Kota Parepare,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Satresnarkoba Polres Parepare menyoroti kondisi geografis kota yang strategis sebagai jalur lintas pelabuhan antar kota, kabupaten, hingga provinsi.
“Parepare adalah pintu masuk yang rawan dijadikan jalur peredaran narkoba. Baru-baru ini kami mengungkap kasus besar dengan barang bukti sabu seberat 20 kilogram di Pelabuhan Parepare. Ini membuktikan bahwa keberadaan BNNK Parepare sangat penting untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah ini,” tegasnya.
Kegiatan ini juga dikaitkan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):
-
SDG 3: memastikan kehidupan sehat dan sejahtera bagi semua.
-
SDG 16: membangun lembaga yang kuat, adil, dan transparan.
-
SDG 17: memperkuat kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.
FGD ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan BNNP Sulsel. Sehari sebelumnya, 2 September 2025, dilaksanakan FGD serupa untuk pembentukan Satker BNN Kabupaten Luwu Timur.
Kemudian, pada 4 September 2025, kegiatan akan berlanjut dengan FGD penyusunan naskah akademik pembentukan Satker BNN Kota Makassar.
Seluruh rangkaian ini merupakan implementasi dari Kerangka Acuan Kerja (KAK) Layanan Umum BNNP Sulsel Tahun Anggaran 2025 yang bertujuan memperkuat kelembagaan BNN di tingkat kabupaten/kota.
Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa magang dari beberapa perguruan tinggi di Makassar yang turut berperan dalam kepanitiaan.
Kehadiran mereka diharapkan memberi pengalaman praktis dalam advokasi kebijakan publik dan promosi kesehatan, sekaligus menumbuhkan generasi muda sebagai agen perubahan P4GN.
Menutup jalannya diskusi, Andi Muhammad Fatwa, Sekretaris Panitia sekaligus pegawai Bidang Umum BNNP Sulsel, menyampaikan apresiasi:
“Terima kasih atas partisipasi Bapak dan Ibu. Jika memungkinkan, kami akan mengundang kembali untuk membahas perbaikan naskah akademik BNNK Parepare berdasarkan masukan yang telah diberikan.”
Melalui rangkaian FGD ini, diharapkan lahir naskah akademik yang menjadi pijakan kuat bagi advokasi kebijakan pembentukan Satker BNN di berbagai daerah Sulawesi Selatan. Langkah ini adalah bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).
Penulis: Nur Aghni Abika (Mahasiswa FKM UNHAS)









