Obituari: Selamat jalan teladan kedisiplinan

  • Whatsapp
Obituari Prof Alfian Noor (dok: istimewa)
Guru Besar Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unhas, Prof Dr Alfian Noor Msc wafat. Seorang mahasiswa yang menyebut diri mahasiswa abadi Sang Prof, menuliskan kesan, kisah pengalaman dan inspirasi yang dicecapnya dekat dengan Guru Besar asal Tanah Mandar itu.

 

PELAKITA.ID – Pagi indah ini dikelamkan oleh berita mengejutkan, salah seorang guru besar Kimia UNHAS, Prof. Alfian Noor, telah purna bakti dari hidupnya setelah beberapa bulan sebelumnya beliau purna bakti dari masa pengabdiannya sebagai Guru Besar Ilmu Kimia di Kampus Kebanggaan kami, Universitas Hasanuddin.

Ucapan duka mendalam mengalir dari seluruh mahasiswa beliau, yang kini telah banyak berhasil dalam karirnya, yang sedikit banyaknya, ada andil sentuhan tangan dingin beliau dalam pembentukan karakternya.

Disiplin, kata yang agak susah diterapkan oleh mahasiswa zaman kami, namun beliau berani membuat kriteria sendiri dalam kedisiplinan. Prof Alfian selalu berpesan agar jangan coba-coba masuk ruangan kuliah setelah beliau sudah lebih dahulu di dalam, atau anda akan dipersilakan menutup pintu, dari luar. Itu istilah kami untuk ketegasan sosok teladan yang satu ini.

Kalimatnya tegas, penuh motivasi dan menantang mahasiswa dengan gaya yang khas, agar mahasiswa lebih semangat memajukan diri.

Prof Afian salah satu dosen perintis kerjasama riset dengan instansi riset nuklir di BATAN, menggebrak kebiasaan zona leyeh-leyeh mahasiswa yang kala itu risetnya selalu bergantung di kampus atau instansi riset lainnya yang masih di Sulsel.

Tak gampang mendapatkan pengakuan darinya, karena standar yang diterapkan memang tinggi, hingga sayapun tak pernah berani mengajukan diri untuk riset di bidangnya, padahal saya sangat tertarik untuk riset waktu paruh di masa itu, menghitung masa peluruhan zat radioaktif, karena punya cita-cita ingin jadi arkeolog.

Namun sekali mendapat pengakuan beliau, anda akan dibanggakan luar biasa oleh beliau, bahkan tak jarang beliau yang lebih dulu menantang dosen penguji lain, ketika mahasiswa yang diakuinya berhasil memecahkan sebuah permasalahan dalam bidang ilmu radiasi.

Pertanyaan paling khasnya, bagaimana? Ada yang berani bertanya ke mahasiswa saya ini? Konfidensi seperti ini yang membesarkan dan melahirkan mahasiswa bimbingan yang juga optimis dan survive menantang masa depan.

Salah satu nama yang selalu beliau sebut ketika kami masih di bangku kuliah, adalah Indradiannanjaya, ternyata tidak salah beliau selalu membanggakannya.

Catatan dari hati Sang Profesor (dok: istimewa)

Figur satu ini, memang tangguh, selesai kuliah langsung mengadu nasib di perantauan, Jakarta, dan ketika saya bertemu dengannya, dia sedang berada di puncak-puncak karirnya. Ya, selain karena mental survive hasil tempaan di Korpala, tangan dingin seorang Profesor nyentrik ini banyak menginspirasinya.

Setelah belasan tahun tak bertemu, ada wajah yang lebih bijaksana yang tampak dari rautnya, setelah semua pencapaian puncaknya di bidang kimia, ternyata akhirnya menemukan bahwa kebijaksanaan tertinggi adalah pengakuan akan kebesaran Ilahi.

Mendekatkan diri pada Sang Khalik, bahkan dalam biografinya, yang ditulis ketika berumur 64 tahun, beliau menulis:

Sekiranya bisa berdoa agak ekstrem, saya ingin meminta kepada Tuhan agar usia saya cukup 70 tahun, 7 tahun lebih lama dari umur Nabi Muhammad SAW sungguh sebuah anugerah yang tidak terperi. Yang penting sisa usia itu dapat dimanfaatkan untuk menebar kebaikan pada sesama dan lingkungan.

Doa ekstrem itu dikabulkan, dan saya berhusnuzhzhan adalah ini bukti bahwa kedekatan beliau berdialog dengan ALLAH ta’ala sudah mencapai tingkatan kebijaksanaan tersebut.

Hari ini, Ahad, 15 Rabi’ul Akhir 1443 H/ 21 November 2021, di umur 70 tahun sesuai doanya, Prof Alfian menghadap sang khalik, melaporkan penyelesaian misi kehidupannya yang banyak menebarkan amalan yang takkan pernah berhenti mengalir meski telah wafat, ilmu yang bermanfaat.

Jika kemarin kami selalu tertawa mengenang momen-momen lucu bersamanya di kampus, hari ini semua kepala tertunduk, semua mata basah mengenang jasa-jasanya.

Sebagai manusia dan dosen, tentu beliau tak luput akan kesalahan kepada mahasiswanya, oleh karena itu, mewakili IKAKIMIA UNHAS, kami memohon kepada seluruh alumni agar mengikhlaskan jika almarhum memiliki kesalahan kepada anda, dan mari doakan ampunan serta kebaikan untuknya.

 

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نزله ووسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد ونقه من الذنوب والخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس

 

اللهم اجعل قبره روضة من رياض الجنة ولا تجعله حفرة من حفر النار

 

اللهم أنزله منزلا مباركا مع النبيين والصديقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقا

 

آمين يارب العالمين

 

Selamat jalan Prof. Mahasiswamu selamanya.

 

Ahmad Musa Said

H31199073

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *