S. Syarif | Harmoni yang Tak Lekang Zaman, Saat Ikafe Kampus Merah Bergerak Bersama

  • Whatsapp
Melalui tema IKAFE in Harmony, lintas angkatan dan lintas penjurusan menyatu. Ekonomi pembangunan, manajemen, akuntansi, hingga berbagai turunan keilmuan lain tidak lagi berdiri dalam sekat-sekat akademik. (dok: Ikafe 84)

Dari angkatan senior hingga yang paling muda, dari berbagai jurusan dan profesi, semuanya mengambil peran aktif. Ada yang menyumbang tenaga. Ada yang menyumbang gagasan, menyumbang dana. Ada yang sekadar hadir dan menguatkan. Semua adalah bagian dari pengabdian sosial.

PELAKITA.ID – Ada yang berbeda di Ramadan tahun ini. Bukan sekadar agenda berbagi takjil. Bukan hanya buka puasa bersama. Tapi ada getar yang terasa lebih dalam — getar sambung rasa yang seperti menolak untuk padam oleh waktu.

Di bawah panji Ikafe UNHAS, keluarga besar Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan bahwa cinta pada almamater bukan kenangan masa lalu. Ia hidup. Ia bergerak. Ia berdenyut.

Kampus Merah bukan hanya tempat kuliah. Ia adalah rumah ide, rumah perjuangan, dan rumah persaudaraan yang tak pernah benar-benar selesai.

Ramadan ini menjadi panggungnya.

Melalui tema IKAFE in Harmony, lintas angkatan dan lintas penjurusan menyatu. Ekonomi pembangunan, manajemen, akuntansi, hingga berbagai turunan keilmuan lain tidak lagi berdiri dalam sekat-sekat akademik.

Semua melebur dalam satu identitas: bagian alumni Kampus Merah.

Di Makassar, energi itu terasa nyata. Guru besar hadir. Dekan hadir. Tokoh-tokoh alumni hadir. Ketua Umum PP Ikafe Unhas, Dr. Hendra Noor Saleh, SE., M.Si., datang menyemarakkan suasana. Bukan dalam jarak formal, tetapi dalam kedekatan emosional.

Tidak ada strata. Tidak ada sekat generasi. Yang ada adalah pelukan kebersamaan.

Yang membuatnya semakin menggetarkan adalah kenyataan bahwa harmoni ini tidak berhenti di satu malam.

Dari pusat kegiatan utama, gelombang kepedulian menjalar ke setiap angkatan dan kesetiap penjurusan.

Dalam waktu dekat Ikafe 84 dibawah kepemimpinan ibu Hj. Anny Abdullah Suara,SE, misalnya, kembali menunjukkan konsistensi yang mengharukan.

Dengan target sekitar 200 anak yatim dari berbagai panti asuhan, mereka bersiap menggelar buka puasa bersama di Gedung Graha Pena Makassar.

Bayangkan: ratusan anak yatim duduk bersama alumni yang telah berkiprah puluhan tahun di berbagai bidang. Ada pengusaha, akademisi, profesional, birokrat.

Mereka pernah duduk di bangku yang sama. Kini mereka kembali, bukan untuk nostalgia, tetapi untuk berbagi.

Di Makassar, energi itu terasa nyata. Guru besar hadir. Dekan hadir. Tokoh-tokoh alumni hadir. Ketua Umum PP Ikafe Unhas, Dr. Hendra Noor Saleh, SE., M.Si., datang menyemarakkan suasana. Bukan dalam jarak formal, tetapi dalam kedekatan emosional.

Donasi dikumpulkan dari hati ke hati. Tidak ada paksaan. Tidak ada target sponsor korporasi. Yang ada adalah kesadaran: almamater telah membentuk kita, kini saatnya kita memberi kembali kepada masyarakat.

Inilah sambung rasa yang tidak akan pernah kelam oleh zaman.

Dari angkatan senior hingga yang paling muda, dari berbagai jurusan dan profesi, semuanya mengambil peran aktif. Ada yang menyumbang tenaga.

Ada yang menyumbang gagasan. Ada yang menyumbang dana. Ada yang sekadar hadir dan menguatkan. Semua adalah bagian dari pengabdian sosial.

Dan rangkaian ini akan berpuncak pada tradisi yang telah dijaga puluhan tahun: halal bi halal alumni. Sebuah forum yang bukan hanya ajang saling memaafkan, tetapi ajang memperbarui komitmen kolektif untuk terus menjaga marwah Kampus Merah.

Di tengah zaman yang serba cepat dan individualistis, apa yang dilakukan alumni Unhas adalah pengingat penting: solidaritas tidak boleh punah. Ikatan emosional tidak boleh kalah oleh kesibukan profesional. Jejaring intelektual tidak boleh kehilangan ruh kemanusiaannya.

Ramadan mungkin hanya sebulan. Tetapi harmoni ini adalah warisan lintas generasi.

Dan selama ada alumni yang mau bergerak, selama ada angkatan yang mau mengambil peran, selama ada dosen dan guru besar yang tetap merawat kedekatan, maka Kampus Merah akan selalu punya cahaya.

Cahaya yang tak akan pernah redup oleh zaman.

_____