NarasiAno | Perang Berakhir, Sebelum Pedang Terhunus

  • Whatsapp
Ilustrasi

PELAKITA.ID – Ini kisah tentang Perang Salib ke delapan yang terjadi di Afrika Utara. Perang berakhir bukan karena adu pedang, bukan sebab satu pihak yang kalah. Ini lantaran pimpinan pasukan Raja Louis IX dari Prancis meninggal karena kelelahan akibat wabah yang ganas di medan perang.

Kabar tewasnya Louis IX tidak serta membuat Sutan Tunis Muhammad Satu Al Mustansir menjadikan para pasukan salib sebagai tawanan? Justru Sutan Tunis datang menawarkan sebuah dialog dengan kesepakatan gencatan senjata! Bagaimanakah kisahnya ?

Peristiwa ini terjadi pada Agustus 1270 di Tunisi sekarang Tunisia. Perang Salib Kedelapan disebut sebut sebagai upaya ekspedisi militer yang dipimpin oleh Raja Louis IX melawan dinasti Hafsid di Tunis.

Upaya ini gagal total karena wabah penyakit melanda tentara asal Inggris, Spanyol, Prusia, dan Negara-Negara Rendah
yang ikut serta dalam rombongan Raja Louis IX.

Akibat wabah ini pula menyebabkan wafatnya Raja Louis IX pada 25 Agustus 1270.

Sebelum wafat para kstaria Louis IX sudah mulai kocar kacir akibat cuaca ganas melanda Tunis Afrika Utara.

Pada saat yang bersamaan persediaan makanan dan minuman mereka habis, bahan makanan mereka rusak, wabah penyakit dengan mudah menyebar, demam tinggi disentri, tubuh para prajurit melemah, tenda mula rusak akibat cuaca, banyak prajurit yang berjatuhan lalu sakit dan meninggal.

Hampir setiap hari ratusan tentara dikuburkan menyebabkan mental anak buah Louis IX pun jatuh.

Saat pasukan lain menguburkan prajurit di pasir yang panas, pasukan salib menerima kabar yang sangat mengejutkan.

Di tenda utama sang Raja Louis IX terbaring lemah lalu jatuh sakit. Tubuh pimpinan perang salib ke tujuh ini ambruk tak mampu berjalan hingga akhirnya wafat bukan karena pedang tetapi cuaca dan wabah penyakit.

Upaya Loius IX dan pasukannya untuk melanjutkan perang salib untuk merebut Mesir serta tanah suci pun akhirnya kandas.

Banyak pendapat yang menyebut bahwa gagalnya perang salib delapan ini merupakan cikal bakal berakhirnya perang salib bersama dengan Perang Salib Kesembilan (1271–1272).

Kala Raja Louis IX wafat pasukannya pun mundur seiring perjanjian damai yang telah berlangsung dan dilanjutkan oleh penerus Louis, Philip III, pada tahun 1271.

Sejarah perang ini mencatat tentang ironi, di mana ambisi besar bisa runtuh oleh hal tak kasat mata. Kekuasaan yang tampak kokoh bisa roboh oleh sesuatu yang tak diperhitungkan.

Dari kisah ini kita belajar bahwa sebesar apapun konflik dirancang manusia selalu ada batas yang ditentukan oleh Tuhan, oleh realitas kehidupan itu sendiri.

Selamat menunaikan ibadah puasa di hari ke enam Ramadan 1447 H.

#Seri5
#Ramadan1447H

NarasiAno, Tenang Dibaca, Kuat Dirasakan