Lima Tahun Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Unhas

  • Whatsapp
Kaprodi Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Unhas, Prof Amran Razak, S.E, M.Sc di tengah tenaga pengajar dan staf Profi pada Workshop Renstra 2025-2029 mereka (dok: Istimewa)

Wawancara Kaprodi Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM Unhas, Prof Amran Razak, S.E, M.Sc

___
PELAKITA.ID – Pelakita.ID mendapat kesempatan untuk mewawancarai Kaprodi Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM Unhas, Prof Amran Razak, S.E, M.Sc di sela pelaksanaan Workshop Renstra mereka di Hotel Unhas and Covention, 23 Februari 2026.

Berikut hasilnya.

Selamat, Prodi Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Unhas, masuk tahun kelima, makna lima tahun ini bagi Prof?

Program Studi Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (MAKK) di Universitas Hasanuddin lahir dari kesadaran akan kebutuhan mendesak tata kelola kesehatan yang kuat, adaptif, dan berbasis bukti di Indonesia.

Perjalanan lima tahun pertamanya menjadi fase penting yang menandai transformasi institusional—dari tahap perintisan hingga penguatan posisi sebagai pusat unggulan pendidikan kebijakan kesehatan berkarakter maritim.

Kapan mulanya? Seperti apa spirit pengawalan Prodi ini?

Perjalanan MAKK Unhas dimulai secara resmi pada 21 Juni 2021 melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin Nomor 3678/UN4.1/KEP/2021.

Sejak awal berdirinya, program studi ini langsung bergerak dengan orientasi strategis yang jelas melalui implementasi Rencana Strategis (Renstra) 2021–2024.

Fokus utamanya adalah penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam periode ini, MAKK Unhas tidak hanya membangun sistem akademik dan tata kelola, tetapi juga memperkuat identitas keilmuannya. Upaya konsisten tersebut mencapai puncaknya pada awal tahun 2024 ketika MAKK Unhas berhasil meraih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes, yang berlaku hingga Maret 2029.

Capaian ini menegaskan kualitas akademik, relevansi kurikulum, serta kapasitas kelembagaan program studi dalam menjawab tantangan sektor kesehatan.

Ilustrasi Pelakita.ID

Pelaksanaan workshop ini visi misi apa yang mau dituju? Ada agenda spesifik?

Memasuki periode strategis 2025–2029, MAKK Unhas menetapkan visi baru: menjadi pusat pengembangan pendidikan administrasi dan kebijakan kesehatan yang terkemuka, unggul, dan berstandar internasional.

Transformasi ini tidak sekadar ditujukan pada pengakuan global, tetapi juga pada kebermaknaan lokal—khususnya dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan.

Karakter maritim menjadi pembeda utama (scientific differentiator) dalam seluruh ekosistem akademik MAKK Unhas.

Bagi kami, integrasi pembelajaran, riset, dan pengabdian masyarakat diarahkan pada persoalan-persoalan kesehatan khas wilayah kepulauan, seperti akses layanan rujukan lintas pulau, logistik dan pembiayaan kesehatan di daerah terpencil, kesehatan masyarakat pesisir, hingga ketahanan sistem kesehatan terhadap bencana dan perubahan iklim.

Dengan pendekatan ini, lulusan MAKK Unhas diharapkan tidak hanya kompeten secara global, tetapi juga relevan dan solutif bagi kebutuhan nyata bangsa.

Apa yang baru atau semacam inovatif dari kurikulumnya?

Transformasi lima tahun kedua ini ditopang oleh implementasi Kurikulum K25, sebuah kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang dirancang untuk melahirkan pemimpin kebijakan kesehatan dengan kapasitas berpikir sistem, integritas tinggi, dan sensitivitas sosial-ekologis.

Kurikulum ini dibangun di atas sejumlah pilar strategis.

Penguatan kepemimpinan dan systems thinking menjadi fondasi utama, memastikan lulusan mampu membaca kompleksitas sistem kesehatan secara utuh.

Orientasi internasional diperkuat melalui kolaborasi riset dengan universitas kelas dunia (QS-200) serta kewajiban publikasi pada jurnal internasional bereputasi, termasuk Top Tier dan Q1.

Saat pembentukannya, karakter Benua Maritim Indonesia (BMI) terintegrasi dalam materi ajar, riset mahasiswa, dan agenda pengabdian masyarakat.

Bahan ajar tidak lagi bersifat generik, tetapi bersumber dari riset kontekstual yang berakar pada realitas wilayah pesisir dan kepulauan.

Di saat yang sama, digitalisasi pembelajaran melalui platform seperti SIKOLA serta pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) memperkaya proses belajar dengan inovasi lintas disiplin.

Ada yang spesifik tentang inovasi pengajaran atau kurikulum hingga 2029 ini?

Salah satu terobosan penting periode 2025–2029 adalah pembentukan Policy Lab dan Evidence-to-Policy & Social Innovation Incubator. Laboratorium kebijakan ini dirancang sebagai jembatan antara dunia akademik dan praktik kebijakan publik.

Policy Lab berfungsi menerjemahkan hasil riset menjadi policy brief, naskah kebijakan, dan model tata kelola kesehatan berbasis bukti.

Tidak berhenti pada rekomendasi, lab ini juga berperan sebagai inkubator inovasi sosial, termasuk pengembangan start-up kesehatan dan hilirisasi inovasi tata kelola yang dapat langsung diterapkan oleh pemerintah daerah maupun komunitas.

Selain itu, Policy Lab dikembangkan sebagai pusat layanan profesional akademik yang menyediakan konsultasi kebijakan, pelatihan singkat, dan sertifikasi.

Skema ini tidak hanya memperluas dampak sosial MAKK Unhas, tetapi juga membuka peluang keberlanjutan finansial program studi melalui income generating activities yang etis dan akademik.

Rektor Unhas Prof JJ selalu menekankan adanya Thematic Research Group, Prodi ini berperan di mana?

Untuk memperkuat reputasi akademik dan dampak riset, MAKK Unhas membentuk Thematic Research Group (TRG) yang berfokus pada Tata Kelola Sistem Kesehatan Wilayah Pesisir dan Kepulauan serta Ketahanan Sistem Kesehatan.

TRG ini menjadi wahana kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan publikasi internasional, model kebijakan, serta inovasi layanan yang menjawab tantangan khas wilayah maritim.

Isu-isu seperti rujukan lintas pulau, mobilitas penduduk pesisir, pembiayaan kesehatan berbasis wilayah, hingga adaptasi sistem kesehatan terhadap bencana dan perubahan iklim menjadi fokus kajian utama.

Seluruh agenda riset diarahkan untuk menghasilkan manfaat publik yang terukur dan berkelanjutan.

Terakhir, harapan ideal Prof Amran ke depan dengan eksistensi Prodi ini untuk Unhas, untuk Sulsel atau Indonesia secara umum?

Bagi kami, narasi lima tahun MAKK Unhas bermuara pada satu tujuan besar: menghasilkan lulusan yang mandiri, berdaya saing global, dan berkontribusi nyata bagi penguatan sistem kesehatan Indonesia.

Dengan menjadikan Benua Maritim Indonesia sebagai horizon keilmuan, MAKK Unhas menempatkan diri sebagai rujukan nasional dalam perumusan kebijakan kesehatan berbasis bukti.

Melalui kemitraan strategis dengan pemerintah, industri, dan jejaring internasional, program studi ini menargetkan reputasi alumni yang kuat—bukan hanya di atas kertas, tetapi dalam praktik kebijakan dan pelayanan kesehatan yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Editor Denun