PELAKITA.ID – Guru Besar FKM Unhas, Prof Amran Razak, M.Sc memperkenalkan salah satu peserta Ngopi Bareng Judy Rahardjo dan Sudirman Nasir, Problematika Kesehatan Urban Makassar, dari Data, Kebijakan dan Catatan Warga yang digelar di Red Corner. Sosok itu adalah Basir, S.K.M, M.Sc.
“Baru pulang dari Jepang, fokusnya kesehatan lingkungan,” kata Prof Amran kepada Pelakita.ID, 15 Februari 2026
Informasi itu menuntun Pelakita untuk mencari tahu sepakterjang riset akademisi kelahiran tahun 1994 itu.
Basir, S.KM., M.Sc. merupakan akademisi dan peneliti di bidang Kesehatan Lingkungan dengan perhatian khusus pada isu pencemaran lingkungan, terutama dampak aktivitas pertambangan terhadap kualitas ekosistem dan kesehatan manusia.
Ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada Program Studi Kesehatan Lingkungan (2012–2016), sebelum melanjutkan studi magister di Universitas Ehime, Jepang (2018–2020), pada bidang Environmental Science di Graduate School of Science and Engineering.
Fokus Pencemaran Lingkungan
Pengalaman akademik internasional tersebut memperkaya perspektif dan pendekatan ilmiahnya, khususnya dalam menganalisis pencemaran logam berat di lingkungan perairan.
Fokus riset Basir banyak diarahkan pada wilayah pertambangan emas skala kecil dan tradisional (Artisanal and Small-Scale Gold Mining), yang kerap luput dari pengawasan lingkungan namun memiliki dampak ekologis dan kesehatan yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Hasil penelitiannya telah dipresentasikan dalam berbagai forum ilmiah internasional dan komunitas akademik diaspora Indonesia.
Pada Shikoku International Conference di Kagawa, Jepang, 23 November 2019, ia memaparkan makalah berjudul Study on Eco-kinetics of Heavy Metal Pollution at Artisanal and Small-Scale Gold Mining in Gorontalo Province, Indonesia, yang mengkaji dinamika pencemaran logam berat dari perspektif ekokinetika.
Selanjutnya, pada 5 September 2020, Basir menjadi pemakalah dalam Seminar Series Part Six yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Komisariat Ehime, Jepang, dengan topik Study on Heavy Metal Pollution of River Sediment at Artisanal and Small-Scale Gold Mining Area in Gorontalo Province, Indonesia.
Melalui kegiatan penelitian, pengabdian, dan diseminasi ilmiah, Basir berkomitmen untuk menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan kebijakan dan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Keahliannya diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan tata kelola lingkungan, khususnya di wilayah-wilayah rentan yang terdampak aktivitas pertambangan rakyat di Indonesia.









