Sukri Palutturi dan Jejak Pengabdian di Ranah LSM dan Organisasi Profesi

  • Whatsapp
Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes, MSc.PH, Ph.D

PELAKITA.ID – Prof. Sukri Palutturi, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, tidak hanya dikenal sebagai akademisi dan pengajar yang berdedikasi, tetapi juga sebagai sosok yang aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi profesional dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.

Jejak pengabdiannya mencerminkan konsistensi dalam memperjuangkan kesehatan masyarakat, pemberdayaan komunitas, dan penguatan kapasitas profesional di bidang kesehatan.

Perjalanan pengabdian Prof. Sukri dimulai sejak masa mahasiswa, ketika ia aktif di Senat Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas sebagai Koordinator Bidang Kesejahteraan Mahasiswa (1995-1996) dan Ketua Umum Senat Mahasiswa FKM Unhas (1996-1997).

Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FKM Unhas dan Ketua Mushallah Al’afiah, menunjukkan kepedulian pada kesejahteraan dan pembinaan spiritual mahasiswa.

Partisipasinya dalam MAPERWA FKM Unhas (1993-1994) menegaskan komitmennya terhadap pengembangan kegiatan kemahasiswaan sejak awal kariernya.

Aktif di ranah LSM

Sebelum berkiprah di internal kampus, Prof. Sukri aktif di ranah organisasi masyarakat dan program kesehatan. Ia menjadi Koordinator Program HIV/AIDS di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Selatan (1998-1999), dan kemudian menjabat Koordinator HIV/AIDS FIK-ORNOP Sulawesi Selatan (2000-2002).

Keterlibatan ini menandai awal pengabdiannya di bidang advokasi kesehatan masyarakat, khususnya penanggulangan HIV/AIDS, yang kemudian diperluas melalui peran sebagai anggota Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Sulawesi Selatan (2002-2007).

Prof. Sukri juga menunjukkan kepemimpinan dalam berbagai LSM dan organisasi profesi. Ia menjadi Koordinator Divisi Penelitian Yayasan Tumbuh Mandiri Indonesia (2003-2005), Koordinator Bidang Advokasi PERSAKMI Sulawesi Selatan (2003-2008), serta Koordinator Bidang Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat LIPKEM (2001-2005).

Peran-peran ini menunjukkan konsistensi dalam mendorong penelitian, advokasi, dan pengembangan kapasitas di sektor kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Pada tingkat organisasi profesional, Prof. Sukri menorehkan jejak panjang dalam Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

Ia pernah menjabat Ketua Umum PERSAKMI Sulawesi Selatan (2014-2018, 2018-2022), Ketua PERSAKMI Wilayah IV (2017-2021), serta Koordinator Bidang Organisasi Pengurus Daerah IAKMI Sulawesi Selatan (2014-2018).

Kiprah ini menegaskan perannya sebagai penghubung antara akademisi, profesional, dan praktik kesehatan masyarakat di tingkat regional maupun nasional.

Prof. Sukri juga berperan aktif di Forum Kota Sehat Makassar, menjabat sebagai Sekretaris (2015-2017), serta di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan (2014-2018).

Semua posisi ini menegaskan dedikasinya dalam mengintegrasikan kebijakan kesehatan, pengembangan kapasitas profesional, dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka mewujudkan lingkungan yang sehat dan inklusif.

Dari pengalaman yang membentang lebih dari tiga dekade, jejak Prof. Sukri Palutturi menunjukkan konsistensi dalam membangun jaringan lintas organisasi, memperkuat kapasitas profesional kesehatan masyarakat, dan mendorong partisipasi masyarakat.

Kepemimpinan dan pengabdiannya di ranah LSM dan organisasi profesi tidak hanya memperkuat sektor kesehatan regional, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda profesional kesehatan untuk memadukan keilmuan, advokasi, dan pengabdian sosial.

Dengan rekam jejak yang panjang ini, Prof. Sukri menegaskan bahwa pengabdian di bidang kesehatan masyarakat tidak hanya soal riset dan pengajaran, tetapi juga tentang aksi nyata di masyarakat, advokasi kebijakan, dan pembinaan kapasitas profesional.

Inilah warisan yang terus menginspirasi dan membentuk wajah kesehatan masyarakat di Sulawesi Selatan dan Indonesia.