PELAKITA.ID – Akhir pekan lalu, saya berkesempatan menjadi salah satu narasumber dalam FGD Demokrasi Penyiaran yang diselenggarakan bersama oleh KPI dan DPR RI.
Tema FGD kali ini fokus pada peran penyiaran dalam proses pemilu untuk menghasilkan demokrasi yang sehat.
Saya hadir bersama Ketua KPI Sulsel, Ketua Bawaslu, dan Komisioner KPU, berbagi pandangan di hadapan peserta yang terdiri dari perwakilan NGO, media, dan mahasiswa.
Dalam sesi penutup, saya menyampaikan sebuah taklimat mengenai makna pendidikan, yang terinspirasi dari pemikiran Tan Malaka.
Perlu diingat, setiap peristiwa demokrasi hanyalah dinamika; kualitasnya tidak ditentukan oleh sistem atau oleh siapa pun, melainkan oleh rakyat itu sendiri.
Muara dari sebuah proses demokrasi sejati ada pada publik.
Jika kita ingin demokrasi yang sehat, literasi harus diperkuat, pendidikan harus ditinggikan, dan masyarakat harus belajar agar tidak mudah dibodohi oleh mereka yang menunggangi demokrasi.
Semakin rendah tingkat pendidikan suatu bangsa, semakin rendah pula kualitas demokrasi yang dapat diwujudkan.
Mungkin benar kata Tan Malaka: “Mereka takut jika rakyatnya cerdas.”
Oleh karena itu, mari kita jadikan pengetahuan dan pendidikan sebagai benteng, agar demokrasi kita semakin kuat dan sehat.
___
Selamat malam.
#Kopijalanterus









