Dekan FKM Unhas Buka Expo Eksplorasi Aset dan Pemecahan Masalah PBL II

  • Whatsapp
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin angkatan 2023 sukses menyelenggarakan Expo Eksplorasi Aset dan Pemecahan Masalah (PBL II) dengan tema “Mapping Community Assets: Mengungkap Potensi Sumber Daya untuk Pembangunan Berbasis Masyarakat”.

PELAKITA.ID – Makassar, 11 Februari 2026 — Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin angkatan 2023 sukses menyelenggarakan Expo Eksplorasi Aset dan Pemecahan Masalah (PBL II) dengan tema “Mapping Community Assets: Mengungkap Potensi Sumber Daya untuk Pembangunan Berbasis Masyarakat”.

Kegiatan yang merupakan puncak rangkaian Praktik Belajar Lapangan (PBL) II ini digelar di Pelataran FKM Unhas, Rabu (11/2/2026).

Expo ini bertujuan mempresentasikan hasil eksplorasi dan pemetaan aset masyarakat, sekaligus rancangan strategi aksi pemecahan masalah kesehatan yang dilakukan mahasiswa di berbagai lokasi PBL II di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Soppeng.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., MSc.PH., PhD, para pengelola dan supervisor PBL II, seluruh mahasiswa peserta PBL II Tahun 2026, serta pengunjung dari civitas academica FKM Unhas.

Kehadiran pimpinan fakultas menjadi wujud dukungan penuh terhadap proses pembelajaran yang aplikatif dan berbasis komunitas.

Dalam sambutannya, Dekan FKM Unhas menjelaskan bahwa pelaksanaan PBL di FKM Unhas telah melalui perjalanan dan evaluasi yang panjang.

Dalam sambutannya, Dekan FKM Unhas menjelaskan bahwa pelaksanaan PBL di FKM Unhas telah melalui perjalanan dan evaluasi yang panjang.

Pada awalnya, PBL dilaksanakan dalam empat tahap, yakni PBL I (pengumpulan data dan analisis situasi), PBL II (penentuan prioritas masalah), PBL III (intervensi), dan PBL IV (evaluasi). Seiring waktu dan berbagai pertimbangan akademik, siklus tersebut disederhanakan menjadi tiga tahap.

Lebih lanjut, Prof. Sukri menjelaskan bahwa saat ini PBL II difokuskan pada eksplorasi dan pemetaan aset komunitas, sementara PBL I tetap berorientasi pada pengumpulan data dan identifikasi masalah kesehatan, serta PBL III diarahkan pada intervensi program kesehatan. “Perubahan ini bertujuan memperkuat pendekatan berbasis aset dan potensi lokal dalam pembangunan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dekan juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kreativitas mahasiswa.

“Ada banyak aset yang bisa ditemui di masyarakat, termasuk aset individu seperti tukang dan berbagai profesi lainnya. Semua itu merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan semakin terlatih membaca potensi lokal dan menjadikannya fondasi utama dalam merancang intervensi kesehatan,” ungkapnya. Dekan bahkan menyempatkan diri mengunjungi seluruh stan pameran mahasiswa.

Sementara itu, Ketua Pengelola PBL II, Dian Saputra Marzuki, S.KM., M.Kes., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para supervisor PBL II atas pendampingan dan bimbingan yang diberikan, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan expo ini.

Melalui expo ini, mahasiswa tidak hanya memaparkan permasalahan kesehatan yang ditemui di lapangan, tetapi lebih menitikberatkan pada visualisasi dan analisis aset komunitas sebagai modal utama pembangunan kesehatan.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kapasitas mahasiswa dan masyarakat.

Melalui expo ini, mahasiswa tidak hanya memaparkan permasalahan kesehatan yang ditemui di lapangan, tetapi lebih menitikberatkan pada visualisasi dan analisis aset komunitas sebagai modal utama pembangunan kesehatan.

Setiap kelompok posko PBL II menampilkan hasil karya berupa peta aset (asset mapping), infografis, foto dokumentasi, serta narasi analitis yang komprehensif.

Aset yang dipetakan meliputi aset sarana dan prasarana (fasilitas kesehatan, sekolah, tempat ibadah), aset individu (kader, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan), aset institusi (lembaga adat, kelompok arisan, karang taruna), aset ekonomi (UMKM dan koperasi), aset sosial-budaya, hingga aset sumber daya alam.

Presentasi ini mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan merancang strategi pemanfaatan aset secara partisipatif untuk pemecahan masalah kesehatan.

Kegiatan expo berlangsung dengan suasana kreatif dan inovatif. Setiap posko menampilkan poster dan materi visual yang menarik, sementara dialog antara mahasiswa dan dosen berlangsung interaktif selama sesi kunjungan pameran.