Bajawa Flores, Kisah Prof Cido Menyesap Harmoni Pegunungan dan Budaya Nusa Tenggara

  • Whatsapp
View dari Villa Manulalu Bajawa (dok: Prof Cido)

PELAKITA.ID – Buang dan kubur dalam-dalam kesan Nusa Tenggara Timur kering dan tanpa pemandangan gunung indah. Di Bajawa, kesan itu terbalik. “Di Bajawa, semesta keindahan bisa ditemukan.”

Demikian testimoni Prof Abdul Rasyid Jalil, guru besar FIKP Unhas yang pelesiran bersama istrinya ke bahu Bajawa tepatnya di punggung Gunung Vulkanik Inerie yang memukau.

Terletak di jantung Pulau Flores, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Bajawa menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari destinasi populer lainnya di Indonesia.

Kota kecil yang dikelilingi pegunungan ini menghadirkan perpaduan antara panorama alam yang menenangkan, kekayaan budaya tradisional, serta kehidupan masyarakat lokal yang masih memegang kuat nilai-nilai leluhur.

Menurut alumni Smansa Makassar angkatan 85 itu, Bajawa bukan sekadar persinggahan, melainkan ruang perjumpaan antara manusia, alam, dan tradisi yang terus hidup dari generasi ke generasi.

“Daya tarik utama Bajawa ada pada daya tarik kampung-kampung adatnya. Ada Kampung Tradisional Bena, ikon yang paling dikenal, di mana ada susunan rumah adat beratap jerami, lalu ada batu-batu megalitik, dan tata ruang yang mencerminkan struktur sosial masyarakat Ngada,” ungkap pria yang akrab disapa Cido itu.

Kampung ini, kata Cido, tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga ruang hidup tempat ritual adat, tradisi, dan kepercayaan leluhur masih dijalankan.

Selain Bena, terdapat pula kampung adat seperti Tololela dan Bela yang menawarkan suasana serupa—lebih sunyi, lebih intim—dengan lanskap alam yang mengelilinginya.

Mengunjungi kampung-kampung ini memberi kesempatan bagi wisatawan untuk memahami cara hidup masyarakat Ngada, termasuk tradisi menenun, sistem kekerabatan, serta nilai gotong royong yang kuat.

Pesona Alam

Secara geografis, Bajawa berada di kawasan pegunungan dengan latar Gunung Inerie yang megah. Gunung berapi ini menjadi penanda visual utama kota, sekaligus magnet bagi para pecinta alam dan fotografi.

Momen menyaksikan siluet Gunung Inerie nan dramatis. Paling asik saat matahari terbit atau saat sunset.

Bukit Wolobobo adalah salah satu lokasi favorit untuk menikmati panorama senja. Istri Cido nampak anggun saat menikmati kuliner dengan latar belakang gunung dan lanskap memukau.

Dari ketinggian, hamparan perbukitan, sawah, dan perkampungan terlihat menyatu dalam lanskap yang tenang.

Sementara itu, Danau Wawo Muda menawarkan pengalaman berbeda dengan airnya yang tenang dan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk.

Bagi pencinta petualangan ringan, air terjun Ogi dapat menjadi pilihan. Perjalanan menuju lokasi melewati jalur alami yang menyuguhkan pemandangan hijau dan udara segar khas dataran tinggi Flores.

Bajawa juga dikenal dengan sumber air panas alami, seperti di Malanage. Air panas ini dimanfaatkan masyarakat setempat untuk mandi dan bersantai, sekaligus menjadi daya tarik wisata yang sederhana namun menenangkan.

Berendam di air panas sambil menikmati udara sejuk pegunungan menjadi pengalaman khas yang sulit dilupakan.

Di pusat kota, pasar tradisional menjadi ruang pertemuan sosial yang hidup. Pasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga sebagai cermin kehidupan masyarakat Bajawa. Di sinilah interaksi sosial berlangsung, hasil bumi dipertukarkan, dan kuliner lokal diperkenalkan kepada pengunjung.

Pengalaman wisata di Bajawa terasa lengkap dengan mencicipi kuliner lokal di warung dan kafe sederhana. Makanan khas Flores, kopi Bajawa yang terkenal dengan cita rasa kuat, serta suasana santai menjadi bagian dari keseharian kota ini. Keramahan masyarakat lokal menambah kesan hangat bagi siapa pun yang berkunjung.

Bajawa sebagai Ruang Belajar dan Refleksi

Bajawa tak semata destinasi wisata massal atau sebatas alam.

Bajawa menawarkan perjalanan yang lebih reflektif—tentang bagaimana manusia hidup berdampingan dengan alam, menjaga tradisi di tengah perubahan, dan membangun kehidupan yang selaras dengan lingkungan.

Bagi anda-anda yang ingin ketenangan, pesona budaya, dan pengalaman autentik, Bajawa adalah p;ilihannya.

Di kota kecil ini, kita bisa menikmati keindahan yang tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan dalam denyut kehidupan warga dan semesta Nura Tenggara.


Editor Denun