Pesan Singkat Rektor, Isyarat Besar untuk Masa Depan Unhas

  • Whatsapp
Selamat dan sukses untuk Prof Jamaluddin Jompa (dok Ikafe Unhas 84)

PELAKITA.ID – Sejumlah alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) mengaku menerima pesan WhatsApp langsung dari Rektor Unhas terpilih, Prof. Jamaluddin Jompa.

Penerima pesan itu datang dari beragam latar belakang: pengurus inti IKA Unhas, pengusaha, peneliti, aktivis LSM, hingga pegiat lingkungan.

Menariknya, jejaring yang disentuh bukan hanya alumni yang berkiprah di Unhas, tetapi juga mereka yang berkontribusi di berbagai kampus dan ruang pengabdian di seluruh Indonesia.

Salah satu pesan tersebut dibagikan oleh Sekretaris Jenderal Ikafe Unhas, Mohammad Suiabi Mappasila.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas doa dan dukungannya selalu. Mohon saya dibantu mengemban amanah yang berat ini ya. Salam hormat,” tulisnya, mengutip pesan Prof. Jamaluddin Jompa.

Rustan Rewa, alumni Pertanian Unhas, pun mendapat balasan. Hal yang disebutnya bahwa Pak Rektor tidak lupa alumni.

“Pak Rektor balas WA saya, berharap didukung, termasuk bersama membangun daerah, ” aku Rustan yang saat ini merupakan pejabat eselon dua di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

“Di masa kepemimpinan lalu banyak hal dilakukan, sekolah vokasi, kampus Jakarta termasuk membangun komunikasi dengan IKA Unhas di daerah. Semoga ke depan semakin bagus capaian Unhas,” ujar pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di Tolitoli tersebut.

Alumni lain, yang memilih tak disebutkan namanya, juga mengaku mendapat balasan pribadi dari Prof. JJ.

“Intinya beliau menyampaikan agar kita melipatgandakan kekuatan diri, jejaring, dan komunitas alumni Unhas untuk masa depan yang lebih baik. Pesannya sederhana tapi dalam: stay focus and calm,” ujarnya.

Pesan singkat itu, jika dibaca lebih jauh, mengandung makna strategis bagi arah kepemimpinan Unhas empat tahun ke depan.

Pertama, Prof. JJ menempatkan alumni bukan sekadar pendukung simbolik, melainkan sebagai kekuatan utama perubahan. Jejaring alumni dipandang sebagai modal sosial, intelektual, dan ekonomi yang harus diorkestrasi secara kolektif.

Kedua, ajakan “melipatgandakan kekuatan” menunjukkan pendekatan kolaboratif: Unhas tidak berjalan sendiri sebagai institusi akademik, tetapi tumbuh bersama komunitasnya—di dalam dan di luar kampus.

Ini menandai pergeseran dari kepemimpinan administratif ke kepemimpinan jejaring.

Ketiga, pesan “stay focus and calm” mencerminkan kesadaran akan kompleksitas tantangan ke depan.

Dunia pendidikan tinggi sedang bergerak cepat, penuh tekanan dan distraksi. Dibutuhkan ketenangan, konsistensi, dan fokus jangka panjang agar Unhas tetap relevan, unggul, dan berdaya saing global.

Singkat, rendah hati, namun sarat makna—pesan Rektor ini menjadi isyarat awal bahwa masa depan Unhas akan dibangun melalui kolaborasi, ketenangan berpikir, dan kekuatan kolektif almamaternya.

Tamarunang, 18 Januari 2026