PELAKITA.ID – Masjid sejatinya merupakan pusat peradaban umat, bukan sekadar tempat menunaikan salat. Masjid juga harus menjadi ruang pembinaan sumber daya manusia yang berakhlak, pusat kepedulian sosial bagi warga sekitar yang membutuhkan, serta wadah pengembangan ekonomi umat untuk meningkatkan kesejahteraan jamaah dan petugas masjid.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Biringkanaya, Andi Hadi Ibrahim Baso, dalam sambutannya saat melantik Pengurus Mesjid Raudhatul Jannah Kompleks Griya Mulia Asri (GMA) RT 07/RW 08 Kel. Pai di Mesjid Raudhatul Jannah periode 2026-2029 tadi malam (15/01/2026).
Dalam prosesi pelantikan tersebut, Andi Hadi Ibrahim Baso didampingi Sekretaris Umum DMI Kecamatan Biringkanaya Ustadz Sajaruddin serta Jumardi Lanta dari DMI Kota Makassar.

Turut hadir Ketua RT 07/RW 08 H. Ardip, Ketua RT sebelumnya Irfan, serta sejumlah ketua dan pengurus RT di wilayah RW 08 Kelurahan Pai.
Pelantikan pengurus masjid ini dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Dalam ceramahnya, Ustadz Hadi mengingatkan bahwa perintah salat merupakan perintah langsung dari Allah Swt kepada Rasulullah Saw, yang diterima melalui peristiwa Isra Mi’raj—perjalanan spiritual dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, hingga Sidratul Muntaha—sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra.

Ia menjelaskan bahwa salat memiliki makna mendalam, tidak hanya dalam hubungan manusia dengan Allah Swt, tetapi juga dalam hubungan antarmanusia. Nilai-nilai tersebut dapat dipahami dari setiap gerakan salat, mulai dari takbiratul ihram hingga salam.
“Salah satu makna paling hakiki adalah saat sujud, ketika kita mengucapkan Subhana rabbiyal a’la wabihamdih. Kita menempelkan wajah ke tanah—posisi paling rendah—sambil mengakui kebesaran Allah Yang Maha Tinggi. Ini pengingat bahwa manusia tidak pantas untuk sombong, karena pada hakikatnya kita tidak memiliki apa-apa di hadapan Allah Subhana Wa Taala,” tegasnya.
Karena itu, Ustadz Hadi mengajak jamaah untuk memakmurkan masjid dalam makna yang luas. Ia menyoroti masih banyaknya masjid megah secara fisik, namun sepi jamaah dan minim aktivitas sosial yang menyentuh kebutuhan umat.


Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Raudhatul Jannah GMA, Nur Adil, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DMI Kecamatan Biringkanaya beserta jajaran atas dukungan dan pembinaan yang terus diberikan.
Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut dalam mengembangkan peran masjid di tengah masyarakat.
“Selama ini Masjid Raudhatul Jannah telah menggagas berbagai kegiatan pembinaan umat dan kontribusi sosial, seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), Majelis Ta’lim, serta UPZ (Unit Pengelola Zakat). Kami berharap ke depan peran ini dapat semakin diperkuat,” ujarnya.
Kegiatan pelantikan pengurus Masjid Raudhatul Jannah ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Sekretaris Umum DMI Kecamatan Biringkanaya, Ustadz Sajaruddin.
