Terpilih sebagai Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa Hadiri Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

  • Whatsapp
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) terpilih, Prof. Jamaluddin Jompa, menghadiri pertemuan bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

PELAKITA.ID – Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) terpilih, Prof. Jamaluddin Jompa, menghadiri pertemuan bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Pertemuan nasional tersebut dihadiri sekitar 1.200 rektor, guru besar, dan dekan dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Kepala Bidang Humas Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman, mengonfirmasi keikutsertaan Prof. Jamaluddin Jompa dalam agenda kenegaraan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pertemuan berlangsung pada pukul 13.00 WIB dan digelar langsung di Istana Negara bersama Presiden Republik Indonesia.

“Benar, hari ini Pak Rektor menghadiri pertemuan dengan Bapak Presiden di Istana Negara,” ujar Ishaq.

Terkait agenda pelantikan Rektor Unhas untuk periode selanjutnya, Ishaq menjelaskan bahwa prosesi pelantikan direncanakan berlangsung pada 27 April 2026, setelah berakhirnya masa jabatan rektor periode 2022–2026.

“Pelantikan dijadwalkan pada bulan April, tepatnya tanggal 27 April 2026, setelah masa jabatan sebelumnya berakhir,” jelasnya.

Sementara itu, lokasi pelantikan hingga kini masih dalam tahap penetapan. Meski demikian, Ishaq menyampaikan bahwa kampus Universitas Hasanuddin menjadi lokasi yang paling memungkinkan untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Lokasinya belum diputuskan, namun besar kemungkinan akan dilaksanakan di Unhas. Sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum, pelantikan rektor dilakukan oleh Ketua Majelis Wali Amanat,” katanya.

Sebelumnya, Majelis Wali Amanat Universitas Hasanuddin telah menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka pemilihan Rektor Unhas periode 2026–2030 pada Rabu (14/1/2026). Tiga guru besar Unhas turut berpartisipasi dalam kontestasi tersebut, yakni Prof. Budu, Prof. Sukardi Weda, dan Prof. Jamaluddin Jompa.

Hasil pemilihan menunjukkan kemenangan signifikan bagi Prof. Jamaluddin Jompa, yang mengantongi 23 suara dari total 24 suara pemilih. Sementara itu, Prof. Budu memperoleh satu suara dan Prof. Sukardi Weda tidak mendapatkan dukungan suara.

Setelah dinyatakan terpilih, Prof. Jamaluddin Jompa—yang akrab disapa Prof. JJ—menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan semata-mata keberhasilan personal, melainkan merupakan hasil kepercayaan dan dukungan seluruh sivitas akademika Universitas Hasanuddin.

Dalam struktur Majelis Wali Amanat, terdapat 16 anggota yang memiliki hak suara, termasuk perwakilan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta unsur tokoh masyarakat. Dalam mekanisme tersebut, suara Mendiktisaintek memiliki bobot 35 persen dari total suara, atau setara dengan sembilan suara.

Dengan terpilihnya Prof. Jamaluddin Jompa, Universitas Hasanuddin resmi memasuki periode kepemimpinan kedua Prof. JJ sebagai Rektor untuk masa jabatan 2026–2030.