Perkuat Potensi Desa Wisata, Mahasiswa KKNT Unhas Gelar Pelatihan Bahasa Inggris di Desa Liya Togo

  • Whatsapp
Pelatihan berlangsung di Baruga Keraton Liya dan diikuti oleh pelajar, pemuda desa, serta perwakilan masyarakat setempat.

PELAKITA.ID – Desa Liya Togo, Kabupaten Wakatobi, terus berbenah dalam mengembangkan potensi sebagai desa wisata berbasis budaya dan alam.

Salah satu upaya penguatan kapasitas masyarakat tersebut diwujudkan melalui kegiatan LITERA (Liya English for Tourism Education and Responsible Action), yakni pelatihan Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menghadapi kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pelatihan berlangsung di Baruga Keraton Liya dan diikuti oleh pelajar, pemuda desa, serta perwakilan masyarakat setempat.

Materi pelatihan difokuskan pada penguasaan Bahasa Inggris praktis untuk kebutuhan pariwisata, mulai dari percakapan dasar, pengenalan diri, hingga cara memberikan informasi mengenai potensi desa kepada wisatawan.

Peserta juga diajak mengikuti simulasi komunikasi dengan wisatawan asing. Metode pembelajaran dirancang secara interaktif melalui diskusi, permainan edukatif, serta praktik langsung agar peserta lebih mudah memahami materi dan lebih percaya diri dalam berkomunikasi.

Materi pelatihan difokuskan pada penguasaan Bahasa Inggris praktis untuk kebutuhan pariwisata, mulai dari percakapan dasar, pengenalan diri, hingga cara memberikan informasi mengenai potensi desa kepada wisatawan.

Koordinator Kabupaten KKNT Unhas 115 Wakatobi Maritim, Muhammad Vispari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKNT Unhas dalam mendukung pengembangan desa wisata.

“Kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting dalam sektor pariwisata. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat Desa Liya Togo semakin siap menyambut wisatawan dan mampu memperkenalkan potensi lokal yang dimiliki,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif berpartisipasi dan tidak ragu untuk mencoba berbicara dalam Bahasa Inggris.

Sejumlah peserta mengaku pelatihan ini sangat membantu, terutama karena sebelumnya mereka masih merasa ragu dan kurang percaya diri saat berinteraksi menggunakan Bahasa Inggris.

Dengan adanya pelatihan ini, mereka berharap dapat lebih berani berkomunikasi dengan wisatawan asing di masa mendatang.

Pemerintah Desa Liya Togo menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut.

Rahmat, staf Desa Liya Togo yang turut hadir dalam kegiatan, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN sangat penting dalam mendukung pengembangan potensi desa. Namun, menurutnya, antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama keberhasilan setiap program.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa dalam mewujudkan Desa Liya Togo sebagai desa wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.