Pete-pete Laut Makassar Siap Beroperasi Antarpulau, Pemkot Siapkan 3 Unit

  • Whatsapp
Warga Pulau Barrang Lompo akan dapat layanan Pete-pete Laut Makassar (dok: Istimewa)

Pada tahap awal, satu unit kapal kayu bernama KM Banawa Nusantara 27 dengan kapasitas 20 hingga 25 penumpang telah dinyatakan siap beroperasi. Kapal ini akan melayani rute Pelabuhan Kayu Bangkoa menuju Pulau Lae-lae, Kodingareng, Barrang Caddi, dan Barrang Lompo.

PELAKITA.ID – Menjelang akhir tahun 2025, Pemerintah Kota Makassar kembali menegaskan arah pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Pembangunan tidak lagi terpusat di daratan kota, tetapi diperluas hingga menjangkau wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar.

Komitmen ini ditegaskan dalam agenda refleksi akhir tahun di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.

Salah satu langkah konkret yang dihadirkan adalah layanan transportasi laut antarpulau gratis bertajuk Pete-pete Laut.

Program ini menjadi jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat kepulauan terhadap konektivitas yang selama ini terbatas. Lebih dari sekadar pemenuhan janji politik pasangan MULIA,

Pete-pete Laut mencerminkan kehadiran pemerintah dalam membuka akses sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik bagi warga pulau.

Pada tahap awal, satu unit kapal kayu bernama KM Banawa Nusantara 27 dengan kapasitas 20 hingga 25 penumpang telah dinyatakan siap beroperasi. Kapal ini akan melayani rute Pelabuhan Kayu Bangkoa menuju Pulau Lae-lae, Kodingareng, Barrang Caddi, dan Barrang Lompo.

Rute ini dipilih sebagai jalur uji coba karena jaraknya relatif dekat dan sesuai dengan kapasitas armada yang tersedia.

Dinas Perhubungan Kota Makassar menyatakan kesiapan penuh menjalankan program prioritas tersebut. Selain menyiapkan armada,

Dishub juga akan melakukan survei lapangan dan kajian teknis, termasuk pemetaan jalur pelayaran, waktu tempuh, dan aspek keselamatan, guna memastikan layanan berjalan aman dan efektif.

Kepala Bidang Angkutan Umum dan Prasarana Dishub Makassar, Jusman, mengatakan bahwa bantuan kapal tersebut sangat strategis dan dibutuhkan oleh masyarakat pulau, khususnya di wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarang.

Dikatakan, layanan ini menjadi solusi nyata dalam meningkatkan konektivitas antarpulau yang selama ini masih terbatas.

“Program Pete-pete Laut ini merupakan program prioritas Wali Kota Makassar (pak Munafri), dan sangat bermanfaat bagi saudara-saudara kita di pulau. Karena itu, kapalnya sudah ada, siap beroperasi tahun ini,” ujar Jusman, Senin (/22/2025) dikutip dari media online KataDia. 

Ke depan, Pemerintah Kota Makassar telah merencanakan penambahan dua unit kapal pada tahun 2026.

Dengan total tiga armada, jangkauan dan frekuensi layanan Pete-pete Laut diharapkan semakin luas, termasuk menjangkau pulau-pulau terluar seperti Lumu-Lumu, Langkai, Lanjukkang, dan Bone Tambu.

Melalui Pete-pete Laut, Pemkot Makassar berharap denyut pembangunan dapat dirasakan secara merata, menghadirkan transportasi laut yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat kepulauan.

 (PLK)