Penelitian terumbu karang ini menjadi bahan (rujukan) untuk Pemkot Parepare. Mudah-mudahan bisa dilestarikan dan memberikan manfaat. Salah satunya bisa menjadi tujuan berwisata terumbu karang.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid
PELAKITA.ID – Universitas Hasanuddin melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), khususnya Pusat Penelitian dan Pengembangan Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil, melakukan validasi data sekaligus penyerahan output hasil penelitian kepada Pemerintah Kota Parepare.
Kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dari pelaksanaan penelitian skema Hilirisasi Riset Berbasis Transfer Teknologi Terintegrasi (SINERGI) Tahun 2025 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan.
Penelitian yang diusung mengangkat judul “Automatisasi Resiliensi Terumbu Karang terhadap Perubahan Lingkungan dan Budidaya Rumput Laut Berbasis Teknologi Geospasial dan Kecerdasan Buatan”.
Menurut Ketua Tim, Prof Nurjannah Nurdin, riset ini dirancang untuk menjawab tantangan perubahan lingkungan pesisir melalui pendekatan teknologi mutakhir, dengan memadukan sistem geospasial dan kecerdasan buatan guna meningkatkan ketahanan ekosistem terumbu karang sekaligus mendukung pengembangan budidaya rumput laut yang berkelanjutan.
“Agenda validasi data dan penyerahan output penelitian berlangsung pada Senin, 15 Desember 2025 bertempat di Kantor Wali Kota Parepare,” ujar Nurjannah.
Tim peneliti Universitas Hasanuddin telah memaparkan hasil riset serta memastikan kesesuaian data dengan kondisi lapangan dan kebutuhan pemerintah daerah.
Hadir Kepala Puslitbang Laut, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil LPPM Unhas Prof Dr Nurjannah Nurdin bersama Ketua Majelis Wali Amanat Unhas Prof Dr Andi Alimuddin Unde, beberapa guru besar serta tim dari LPPM Unhas hadir mempresentasikan penelitian tersebut di hadapan Wali Kota Parepare Tasming Hamid, serta jajaran Pemkot Parepare di ruang rapat Wali Kota.
Tim peneliti yang terlibat terdiri atas Prof. Dr. Nurjannah Nurdin, ST, M.Si selaku Ketua Tim dan ahli teknologi geospasial; Prof. Mahatma Lanuru, ST, M.Si sebagai anggota tim dengan keahlian sedimentasi dan oseanografi; serta Prof. Abd. Haris, ST, M.Si, anggota tim yang fokus pada bioekologi laut dan terumbu karang.
“Kolaborasi lintas keahlian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi berbasis sains yang aplikatif bagi pengelolaan wilayah pesisir Kota Parepare,” sebut Nurjannah.
Nurjannah menyebutkan, melalui penyerahan output penelitian ini, Universitas Hasanuddin menegaskan komitmennya dalam mendukung pemerintah daerah melalui riset terapan yang berdampak langsung.
“Kami berharap hasil penelitian dapat menjadi rujukan strategis bagi Pemerintah Kota Parepare dalam merumuskan kebijakan pengelolaan ekosistem pesisir, adaptasi perubahan iklim, serta pengembangan ekonomi kelautan yang berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” kunci Prof Nurjannah Nurdin yang juga kelahiran ‘Kota Habibie’ ini.
Wali Kota Tasming Hamid mengapresiasi dan menyambut positif penelitian dan aplikasi yang dihasilkan oleh tim LPPM Unhas.
“Penelitian terumbu karang ini menjadi bahan (rujukan) untuk Pemkot Parepare. Mudah-mudahan bisa dilestarikan dan memberikan manfaat. Salah satunya bisa menjadi tujuan berwisata terumbu karang. Terima kasih Pak Prof, Ibu Prof beserta jajaran atas perhatiannya terhadap Parepare,” kata Tasming Hamid.
Dalam pertemuan itu turut hadir jajaran terkait Pemkot Parepare di antaranya Asisten II A Ardian Asyraq, Asisten III Adriani Idrus, Staf Ahli Julius Upa, Kepala Bappeda Zulkarnaen Nasrun beserta jajaran, serta Kepala Bidang Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP).
Tentang Terumbu Karang Parepare
Kerja sama LPPM Unhas dan Pemkot Parepare melingkupi pengembangan informasi geospasial dan simpul jaringan, hingga penelitian terhadap terumbu karang yang berada di wilayah laut Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare.
Penelitian bertajuk Automatisasi Resiliensi Terumbu Karang terhadap Perubahan Lingkungan dan Budidaya Rumput Laut Berbasis Teknologi Geospasial dan Kecerdasan Buatan itu telah diperkenalkan kepada jajaran Pemerintah Kota Parepare, Senin (15/12/2025).
LPPM Unhas setelah melalui kompetisi yang ketat dipilihlah penelitian terumbu karang di Lumpue.
“Kita tidak bisa memberikan secara langsung kepada masyarakat untuk dimanfaatkan jadi harus berkolaborasi beberapa perspektif ilmu yang berbeda. Kali ini di Parepare perspektifnya adalah terumbu karang,” ujar Prof Nurjannah, ketua tim.
“Apa yang kita gelar ini adalah bagian dari komitmen Universitas Hasanuddin melalui LPPM Unhas untuk menjalankan apa yang kita sebut skema Hilirisasi Riset Berbasis Transfer Teknologi Terintegrasi (SINERGI) dan kita beruntung sebab Pemkot Parepare menyambut baik harapan ini,” ucap Prof Nurjannah.
Nurjannah menyebut telah ada aplikasi sekarang sudah online, tapi belum diserahkan nama domainnya. Penelitiannya menghasilkan data yang akurat, presisi. Data tentang kondisi terumbu karang di Parepare. Data yang berbasis bukti.
Prof Nurjannah sekaligus melakukan validasi data dan penyerahan output hasil penelitian kepada Wali Kota.
Pada kesempatan sama, Prof Siti Halimah Larekeng dari Puslitbang Natural Heritage and Biodiversity LPPM Unhas turut mempresentasikan penelitian untuk pengembangan Kebun Raya Jompie, Parepare.
Dia mempresentasikan tentang Oase Edukasi dan Konservasi Keanekaragaman Hayati. Sehingga nantinya Kebun Raya Jompie tidak hanya menjadi objek penelitian tapi juga kawasan pariwisata. Penelitian ini sejalan dengan rencana kerja sama Pemkot Parepare dengan Selecta Malang untuk pengembangan pariwisata.
Redaksi









