PELAKITA.ID – Verifikasi citra satelit terbaru menunjukkan perubahan signifikan pada luasan ekosistem pesisir, khususnya terumbu karang dan padang lamun di Indonesia.
“Data yang disampaikan oleh tim peneliti mengonfirmasi adanya revisi angka tutupan, baik akibat pembaruan metode penghitungan maupun tekanan lingkungan yang terus meningkat,” demikian tanggapan Muhammad Taswin Munier, akademisi FKIP Universitas Haluoleo yang mengikuti proses pemetaan dan BAST peta ini.
Tutupan Karang Mengalami Koreksi dan Penurunan
Dikatakan Taswin, hasil analisis terbaru memperlihatkan bahwa luas tutupan karang menurun dari sekitar 2,2 juta hektare menjadi sekitar 1,5 juta hektare. Perubahan ini tidak hanya dipengaruhi oleh degradasi di lapangan, tetapi juga oleh penyesuaian metodologi penghitungan serta koreksi citra satelit.
Revisi dilakukan dengan mengurangi wilayah yang sebelumnya ikut terhitung dalam cakupan Indonesia, seperti area di Timor Leste dan Singapura, sehingga menghasilkan angka yang lebih akurat.
Luasan Padang Lamun Direvisi Berdasarkan Berbagai Sumber
Data padang lamun yang selama ini menjadi rujukan juga mengalami pembaruan cukup signifikan.
-
Data LIPI tahun 2016 mencatat luasan sekitar 1,8 juta hektare.
-
Pada 2021, BRIN memperbarui angka tersebut menjadi sekitar 900 ribu hektare.
-
Sementara itu, hasil Indonesia Seagrass Mapping Partnership—yang melibatkan Prof. Prama (UGM), Prof. Rohani dan Banda (Unhas), Udhi (BRIN), Novi Adi (KKP), dan sejumlah pakar lainnya—menunjukkan luasan sekitar 660 ribu hektare.
Data terbaru ini resmi diserahkan dan dibahas dalam kegiatan Berita Acara Serah Terima (BAST) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 4 Desember lalu.
Degradasi dan Tekanan Antropogenik Jadi Faktor Utama
Selain revisi metodologi, sebagian penurunan tutupan lamun juga disebabkan oleh degradasi ekologis akibat tekanan antropogenik. Hal ini mencakup peningkatan kekeruhan perairan, limpasan limbah, aktivitas pertambangan, dan faktor-faktor lain yang telah lama menjadi perhatian para peneliti dan praktisi pesisir.
Data Masih Akan Terus Diperbarui
Tim pemetaan menegaskan bahwa angka-angka luasan ini bersifat dinamis dan masih akan diperbarui. Data citra yang ada saat ini memerlukan verifikasi lapangan di titik-titik tambahan untuk memastikan akurasi, terutama di wilayah-wilayah yang mengalami kekeruhan tinggi.
Angka-angka ini akan terus disempurnakan. Masih banyak lokasi yang harus diverifikasi secara langsung untuk memastikan kondisi aktual.
Akan Ditampilkan dalam Acara BAST
Seluruh hasil pemutakhiran data ini direncanakan untuk dipresentasikan dalam agenda BAST berikutnya, sebagai bagian dari upaya meningkatkan akurasi basis data ekosistem pesisir nasional.









