Mahasiswa Unhas Ciptakan Inovasi Gabin Selai Kacang Tanah untuk Kembangkan Potensi Desa Tondongkura

  • Whatsapp
Mahasiswa Unhas Ciptakan Inovasi Gabin Selai Kacang Tanah untuk Kembangkan Potensi Desa Tondongkura

PELAKITA.ID – Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengadakan demonstrasi pembuatan Gabin isi selai kacang tanah di Desa Tondongkura, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, pada Rabu (6/8).

Kegiatan yang dipimpin oleh Kurnia Haerani, mahasiswi KKN Unhas, ini bertujuan mengoptimalkan potensi hasil tani Desa Tondongkura, khususnya kacang tanah yang melimpah. Acara dihadiri oleh ibu-ibu RT/RK serta pelaku UMKM setempat.

Dalam demonstrasi, Kurnia menjelaskan langkah-langkah membuat selai kacang tanah hingga meracik gabin, disertai praktik langsung bersama peserta.

Ia juga membagikan tips menjaga kualitas produk, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik mengolah kacang agar lebih harum, hingga cara penyimpanan agar biskuit tetap renyah.

Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif ibu-ibu yang membantu proses pembuatan serta mengajukan berbagai pertanyaan.

Fitriani, warga desa, menilai kegiatan ini bermanfaat karena menambah keterampilan sekaligus membuka peluang usaha baru. “Olahan ini sederhana, rasanya enak, dan bahannya mudah didapat. Kami bisa mempraktikkan di rumah bahkan menjualnya untuk menambah penghasilan,” ujarnya.

Senada dengan itu, salah satu ibu PKK menyebut inovasi ini dapat meningkatkan nilai jual kacang tanah desa. “Kalau diolah dengan cara menarik seperti ini, nilainya akan jauh lebih tinggi,” ungkapnya.

Kurnia menambahkan, gabin selai kacang tanah tidak hanya menjadi camilan lezat, tetapi juga bergizi karena mengandung protein nabati. Dengan kemasan menarik dan strategi pemasaran tepat, produk ini berpotensi menjadi oleh-oleh khas Desa Tondongkura.

Beberapa pelaku UMKM yang hadir mengaku tertarik mencoba memasarkan produk ini, terutama untuk kantin sekolah, acara hajatan, dan penjualan online.

Selain memberikan keterampilan, kegiatan ini juga mempererat hubungan mahasiswa KKN-T dengan warga. Suasana akrab tercipta selama kegiatan, yang ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian sampel gabin selai kacang tanah hasil praktik.

Mahasiswa KKN-T berharap keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan, sehingga memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Desa Tondongkura.

Penulis: Kurnia Haerani