Penyuluhan Rabies oleh Mahasiswa KKN-PK Unhas Angkatan 67: “Sayangi Hewan, Lindungi Keluarga”

  • Whatsapp
Penulis: Putri Hawaisyah Penyuluhan Rabies oleh Mahasiswa KKN-PK Unhas Angkatan 67: “Sayangi Hewan, Lindungi Keluarga”

PELAKITA.ID – Bantaeng, 24 Juli 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin Angkatan ke-67 Desa Parangloe melaksanakan kegiatan penyuluhan dengan tema “Sayangi Hewan, Lindungi Keluarga: Cegah Rabies Sejak Dini”.

Kegiatan ini ditujukan untuk siswa kelas V dan VI SD Negeri 65 Parangloe serta masyarakat umum Desa Parangloe, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng.

Program ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk menanggulangi kasus rabies yang masih terjadi di berbagai daerah, termasuk di Desa Parangloe.

Penanggung jawab kegiatan ini adalah Putri Hawaisyah, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, di bawah koordinasi tim KKN-PK Posko Desa Parangloe di bawah bimbingan Arif Anwar, SKM., M.Kes selaku supervisor.

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang mematikan dan masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan tahun 2025 mencatat lebih dari 13.000 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) dan 25 kematian. Kabupaten Bantaeng sendiri mencatat 62 kasus pada tahun 2024, dengan beberapa kasus terkonfirmasi juga terjadi di wilayah Desa Parangloe.

Kegiatan penyuluhan ini berlangsung di dua tempat, yakni di SD Negeri 65 Parangloe (16 Juli 2025) dan Kantor Desa Parangloe (24 Juli 2025), serta mencakup edukasi interaktif, pembagian leaflet, serta pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan sesudah materi diberikan.

Materi yang disampaikan meliputi: Dasar-dasar pengetahuan rabies dan cara penularannya, tanda-tanda klinis rabies pada hewan, tindakan pencegahan rabies bagi anak-anak dan masyarakat, pentingnya vaksinasi rabies bagi hewan peliharaan, penanganan pertama jika tergigit hewan yang dicurigai rabies

Melalui media poster dan presentasi interaktif, siswa dan masyarakat diajak untuk mengenali bahaya rabies dan pentingnya pencegahan, termasuk dengan vaksinasi dan kewaspadaan terhadap hewan liar maupun peliharaan.

Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari peserta. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan skor pemahaman dari pre-test ke post-test, serta partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. “Kami sangat senang ada penyuluhan seperti ini, karena masih banyak warga yang belum paham pentingnya vaksinasi rabies,” ujar Asdi  peserta kegiatan.

Penyuluhan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Parangloe terhadap bahaya rabies serta mendorong perilaku pencegahan sejak dini, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya pada poin 3 (kehidupan sehat dan sejahtera) dan 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).

Penulis: Putri Hawaisyah

Penyuluhan Rabies oleh Mahasiswa KKN-PK Unhas Angkatan 67: “Sayangi Hewan, Lindungi Keluarga”