Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Paitana

  • Whatsapp
Mahasiswa KKN-PK dan warga setelah pelaksanaan kegiatan sosialisasi (dok: Istimewa)

PELAKITA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 67 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan di Dusun Rannaya, Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, pada 23 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja lapangan yang mengusung tema “Cegah Stunting dan Optimalisasi Perkembangan Anak di Desa Paitana.”

“Sebanyak sepuluh mahasiswa KKN-PK terlibat aktif dalam pelaksanaan kegiatan, yang turut dihadiri sekitar lima belas warga desa sebagai peserta,” ungkap Fauzan Abdillah Takdir, mahasiswa KKN-PK angkatan 67 di Desa Paitana, Turatea Jeneponto.

Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang mahasiswa KKN dan kurang lebih 15 warga desa sebagai peserta. Tujuan dihadirkannya program kerja ini merupakan bentuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi poin ke tiga yaitu pengabdian masyarakat. Dimana mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai cara mencegah stunting ataupun mengoptimalisasi perkembangan anak di Desa Paitana.

Pada sosialisasi itu materi yang dibawakan adalah Pentingnya Keragaman Pangan sebagai Upaya Pencegahan Kejadian Stunting sebagai upaya pencegahan kejadian stunting sangatlah penting agar ibu-ibu memiliki pengetahuan dan kesadaran bahwa memberikan makanan yang bervariasi kepada anak, khusunya yang berusia di bawah 2 tahun.

“Ini merupakan langkah yang penting untuk memenuhi kebutuhan gizi yang optimal demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara sehat dan maksimal,” kata Aliyah, mahasiswa KKN yang membawakan materi tersebut.

“Keragaman pangan diyakini sebagai langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara sehat dan maksimal,” ucap Aliyah.

Lalu materi yang kedua adalah Edukasi Peran Pola Kelekatan Antara Pengasuh dan Anak Terhadap Perkembangan Sosial-Emosisonal Anak adalah ibu-ibu dapat lebih aware terhadap pentingnya membangun kelekatan yang aman dengan anak, sehingga anak-anak dapat bertumbuh dan berkembangan dengan kemampuan sosial-emosional yang baik.  Sesi ini dipaparkan oleh Zeva.

Sementara untuk Edukasi Stimulasi Motorik Kasar dan Halus Anak Sebagai Upaya Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak oleh Fauzan.

“Dengan adanya kegiatan edukasi ini, diharapkan para orang tua ataupun pengasuh dapat memahami pentingnya stimulasi motorik kasar dan halus sejak dini, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari segi fisik, kognitif, maupun emosional,” ujar Fauzan di depan para peserta.

Fauzan menyebut, program ini menjadi bentuk nyata pelaksanaan poin ketiga dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting dan pentingnya optimalisasi tumbuh kembang anak di desa.

Salah satu materi utama dalam edukasi tersebut adalah pentingnya keragaman pangan sebagai upaya pencegahan stunting.

Mahasiswa menyampaikan bahwa memberikan makanan yang bervariasi, terutama bagi anak di bawah usia dua tahun, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi yang optimal.

Suasana pelaksanaan sosialisasi (dok: Istimewa)

Kegiatan edukasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-PK 67 Unhas ini mendapatkan respons positif dari masyarakat setempat.

Diharapkan, pengetahuan yang dibagikan dapat mendorong peningkatan kesadaran dan peran aktif warga dalam mendukung pertumbuhan anak-anak yang sehat, kuat, dan cerdas di Desa Paitana.

Penulis Fauzan Abdillah Takdir, mahasiswa KKN-PK angkatan 67 di Desa Paitana, Turatea Jeneponto.