PELAKITA.ID – Peringatan Hari Jadi Wajo (HJW) ke-627 yang berlangsung pada Kamis, 9 April 2026, berlangsung khidmat dan meriah.
Sejumlah pejabat nasional, provinsi, hingga kepala daerah se-Sulawesi Selatan turut menghadiri kegiatan yang dipusatkan di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo.
Acara ini digelar dalam bentuk rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Wajo, sebagai refleksi sejarah panjang serta momentum memperkuat persatuan masyarakat Wajo.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam peringatan tersebut, di antaranya anggota DPR RI Andi Muzakkir Akil, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, serta unsur pimpinan DPRD Provinsi Sulsel. Hadir pula Supriadi Arif, hingga Sultan Tajang.
Selain itu, perwakilan BPK Sulsel hingga Bank Sulselbar. Hadir pula para kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, termasuk Bupati Wajo Andi Rosman bersama Wakil Bupati dr. Baso Rahmanuddin selaku tuan rumah serta Ketua DPRD Firmansyah Perkesi.
Momen ini menjadi istimewa sebab juga dihadiri dua sosok aktivis organisasi masyarakat sipul di Sulawesi Selatan dan berlatar aktivisme sedari mahasiswa seperti HMI dan IMM yang turun gunung membangun Wajo, Ashar Karateng dan Yudha Andi Yunus.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para tamu undangan mulai hadir sekitar pukul 09.00 WITA dan disambut dengan tarian tradisional Padduppa sebagai bentuk penghormatan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hening Cipta, serta pembacaan sejarah singkat Hari Jadi Wajo oleh Wakil Ketua I DPRD Wajo, Andi Merli Iswita.
Suasana kebersamaan terlihat saat para pejabat duduk berdampingan, mencerminkan sinergi lintas sektor dalam membangun daerah.
Makna “Yassiwajori Wajo Maradeka”
Dalam sambutannya, Bupati Wajo Andi Rosman menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Wajo bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan refleksi untuk memperkuat persatuan, mempererat solidaritas, dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menekankan filosofi “Yassiwajori” yang bermakna persatuan atau kebersamaan sebagai nilai luhur yang terus dijaga oleh masyarakat Wajo.
Sementara itu, konsep “Wajo Maradeka” dimaknai sebagai cita-cita besar menuju daerah yang mandiri secara ekonomi, maju dalam pembangunan, kuat dalam tatanan sosial budaya, serta bermartabat dalam kehidupan bermasyarakat.
Dukungan Pemerintah Provinsi
Pada momentum tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyalurkan berbagai bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Wajo.
Gubernur Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan keuangan sebesar Rp15 miliar untuk tahun anggaran 2026.
Selain itu, terdapat bantuan alat pertanian seperti hand traktor roda empat, bantuan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni senilai Rp200 juta, serta bantuan instalasi listrik.
Tak hanya itu, bantuan juga diberikan kepada rumah ibadah dan pelaku UMKM. Sejumlah masjid menerima bantuan hibah, sementara pelaku UMKM mendapatkan dukungan berupa peralatan seperti mesin jahit, mesin pengemas, hingga program sertifikasi halal.
Harapan untuk Wajo ke Depan
Peringatan Hari Jadi Wajo ke-627 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan dan menjaga nilai-nilai budaya lokal.
Pemerintah Kabupaten Wajo menaruh harapan besar agar semangat kebersamaan tersebut mampu mendorong kemajuan daerah, baik dari sisi pembangunan infrastruktur, ekonomi masyarakat, maupun pelestarian budaya.
Dengan semangat “Yassiwajori Wajo Maradeka, Wajo diharapkan terus berkembang menjadi daerah yang maju, mandiri, dan memberikan kontribusi positif bagi Sulawesi Selatan.









