Di Enreco, kesederhanaan justru menjadi kemewahan.
PELAKITA.ID – Di tengah hiruk pikuk pagi Makassar, ada satu tempat sederhana yang menyimpan rasa, cerita, dan nostalgia: Enreco Warkop. Terletak di samping Mall Panakukang, tidak jauh dari pertigaan Boulevard, warkop ini menjadi titik temu lintas generasi—terutama para alumni kampus dan aktivis.
Berikut lima alasan mengapa sarapan nasi kuning dan ngopi di Enreco terasa begitu “surgawi”.
Pertama, cita rasa yang konsisten dan autentik. Nasi kuning khas Enreco dikenal gurih, harum, dan kaya lauk sederhana namun pas di lidah. Rasa yang tidak berubah dari waktu ke waktu justru menjadi kekuatan—menghadirkan kenyamanan dalam setiap suapan.
Kedua, harga yang bersahabat. Di tengah naiknya biaya hidup, Enreco tetap setia pada prinsip merakyat.
Menu yang mengenyangkan ini tetap terjangkau, membuatnya digemari mahasiswa hingga pekerja muda. Seperti kata pengelola warkop, Mr Cang, “Sangat pas di kantong anak muda, mahasiswa, apalagi aktivis tajir yang sukses di dunia kerja.”
Ketiga, tempat berkumpul lintas kampus. Dari Universitas Hasanuddin hingga Universitas Muslim Indonesia, banyak aktivis dan alumni menjadikan Enreco sebagai ruang diskusi santai. Obrolan ringan hingga isu besar kerap lahir dari meja-meja sederhana di sini.
Keempat, suasana hangat dan penuh nostalgia. Enreco bukan sekadar tempat makan, tapi juga ruang memori. Banyak yang kembali bukan hanya untuk rasa, tetapi juga untuk mengenang masa perjuangan, persahabatan, dan mimpi yang pernah dibangun.
Kelima, kopi yang melengkapi segalanya. Ngopi di Enreco adalah ritual. Secangkir kopi hitam panas menjadi penutup sempurna sarapan, sekaligus pembuka semangat menjalani hari.
Di Enreco, kesederhanaan justru menjadi kemewahan surgawi yang nikmat luar biasa.
“Cobami!” kata Alfamy pemuda perantau asal Alitta.
___
Penulis Denun









