Pabrik Es Tomia Aktif Beroperasi, Perkuat Rantai Dingin Perikanan Wakatobi

  • Whatsapp
Pabrik Es Balok di Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi, yang mulai beroperasi sejak awal tahun 2025, kini menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung aktivitas perikanan masyarakat pesisir.

PELAKITA.ID – Pabrik Es Balok di Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi, yang mulai beroperasi sejak awal tahun 2025, kini menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung aktivitas perikanan masyarakat pesisir.

Fasilitas milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi ini terus beroperasi secara aktif dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 7 ton atau setara 204 balok es dalam sekali produksi.

Pengelolaan pabrik ini berada di bawah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perikanan Pulau Tomia, Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi.

Kehadiran pabrik es ini memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan.

Kepala Bidang Penguatan Daya Saing dan Pemasaran Hasil Perikanan (PDSPHP) Dinas Perikanan, Hardin, S.Kel., MPAMan, menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas ini sangat vital dalam mendukung sistem rantai dingin (cold chain) perikanan di Wakatobi.

Dengan tersedianya es balok yang memadai, nelayan dapat mengawetkan hasil tangkapan mereka sehingga tetap segar hingga sampai ke pasar.

Tidak hanya melayani nelayan lokal di Pulau Tomia, pabrik es ini juga menjadi tumpuan bagi nelayan dari wilayah sekitar seperti Binongko dan pulau-pulau lainnya di Wakatobi.

Bahkan, nelayan dari luar daerah yang beroperasi di perairan Wakatobi dan Laut Banda turut memanfaatkan produksi es balok dari fasilitas ini. Hal ini menunjukkan bahwa pabrik es Tomia memiliki jangkauan manfaat yang luas dan menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas perikanan regional.

Bupati Wakatobi, H. Haliana, SE, dalam kunjungannya ke pabrik es Tomia, menegaskan bahwa operasional fasilitas ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Selain mendukung pelaku usaha perikanan dan UMKM, keberadaan pabrik es juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Lebih dari itu, fasilitas ini menjadi solusi atas keterbatasan pasokan es yang selama ini menjadi kendala bagi nelayan, sehingga kini mereka dapat melaut dengan lebih optimal dan produktif.