Cerita inspiratif Jusman, Penyandang Disabilitas Asal Luwu Utara

  • Whatsapp
Sosok lelaki pendiam yang sejak lahir mengalami disabilitas, namun bagi Jusman, meski memiliki keterbatasan fisik, dibagian kaki yang membuatnya sedikit mengalami hambatan dalam beraktifitas, tetapi bagi Jusman tidak pernah berputus asa dengan keadaan yang ia alami. Justru dengan keterbatasannya, menjadi pelecut dan motivasi untuk bisa hidup mandiri bersama istri dan anaknya.

Jusman mulai membuka usaha jualan siomay goreng, dan mendapat lokasi jualan strategis di sekitar sekolah Sekolah Dasar (SD) 130 Benteng Kec Mappedeceng, di mana dirinya juga menjadi bujang sekolah di SD tersebut dengan gaji sekitar 500 ribu/bulan.

PELAKITA.ID – Masamba, Selasa (07/04/26) : “Jangan pernah menyalahkan keadaan. Bekerjalah dengan Ikhlas, penuh semangat, dan selalu bersyukur dengan apa yang ada, sebab kesyukuran merupakan keindahan tiada tara”.

Sepenggal kalimat penyemangat spontan terucap dari Jusman (35 thn), sosok pedagang siomay goreng yang beralamat di Dusun Bone Kallua Desa Taratallu Kecamatan Mappedeceng Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan.

Sosok lelaki pendiam yang sejak lahir mengalami disabilitas, namun bagi Jusman, meski memiliki keterbatasan fisik, dibagian kaki yang membuatnya sedikit mengalami hambatan dalam beraktifitas, tetapi bagi Jusman tidak pernah berputus asa dengan keadaan yang ia alami. Justru dengan keterbatasannya, menjadi pelecut dan motivasi untuk bisa hidup mandiri bersama istri dan anaknya.

Selain jualan siomay goreng, dirinya juga sering menerima pekerjaan sebagai buruh harian lepas, baik sebagai pengupas kelapa milik warga sekitar rumahnya, dan juga sesekali menerima pekerjaan sebagai buruh bangunan.

Mendapatkan bantuan motor roda tiga dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Sentra Wirajaya pada tahun 2023 silam.

Jusman mulai membuka usaha jualan siomay goreng, dan mendapat lokasi jualan strategis di sekitar sekolah Sekolah Dasar (SD) 130 Benteng Kec Mappedeceng, dimana dirinya juga menjadi bujang sekolah di SD tersebut dengan gaji sekitar 500 ribu/bulan.

Meskipun awalnya motor bantuan yang didapatkan dgunakan untuk jasa mengangkut kelapa sawit, namun tidak berlangsung lama, karena tidak sesuai harapannya. Sehingga ia mulai mencoba usaha jualan siomay goreng dengan menggunakan motor roda tiga.

Saat ini, dengan usaha barunya yang banyak dibantu sama istrinya bernama Anggi Ayu Andira dan akrab disapa Anggi (33 thn). Anggi sendiri merupakan sosok Perempuan penyandang disabilitas. Dari usaha jualan siomay tersebut, dirinya bisa mendapatkan penghasilan sekitar 200 ribu perhari.

Di sela-sela aktifitasnya berjualan siomay goreng, Kepala Sentra Wirajaya Makassar, Syamsuddin mengunjungi dan melihat langsung aktifitas Jusman, di Area Sekolah SD 130 Benteng, selasa (07/04/26).

Syamsuddin yang turut didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Luwu Utara, Muhammad Yamin, dan juga turut hadir Kepala SD 130 Benteng, Sumarni bangga melihat perkembangan usaha Jusman, bahkan sesekali Syamsuddin memberi motivasi kepadanya.

“Jangan pernah ada kata lelah, sebab dengan adanya bantuan motor roda tiga yang diserahkan oleh Sentra Wirajaya Makassar, diharapkan bisa menopang hidup keluarga pak Jusman” Harap Syamsuddin.

Biasanya, sepulang jualan siomay, sang istri Anggi Kembali menjalani aktifitasnya sebagai tukang jahit pakaian (Baca ; baju dan celana).

Dengan usaha jualan siomay goreng, menjahit dan beberapa aktifitas lainnya, kini Jusman bisa membiayai kebutuhan hidup keluarganya, mampu menyekolahkan anak semata wayangnya yang saat ini sudah duduk dibangku kelas 5 (Lima) Sekolah Dasar, bahkan sekarang Jusman sudah memiliki rumah sendiri.

Jiwa kemandiriannya terus membara demi membuktikan kepada khalayak, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk ia bisa hidup mandiri.

“Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Keterbatasan bukanlah hambatan. Jadikan kekurangan dan keunikan itu sebagai motivasi, karena dibalik semua itu, selalu saja ada rencana Tuhan yang indah. Hal tersebut bisa tercapai hanya dengan usaha dan doa”. Ungkapan inilah yang menjadi spirit bagi Jusman, sehingga masih bertahan dengan usaha yang ia geluti sampai sekarang.