PELAKITA.ID – Perbedaan antara perilaku kreatif dan reaktif berakar pada bagaimana individu memulai tindakan dan merespons lingkungannya.
Pendekatan kreatif bersifat proaktif—melibatkan penciptaan ide-ide baru, membayangkan berbagai kemungkinan, serta bertindak berdasarkan visi atau tujuan internal.
Sebaliknya, pendekatan reaktif bersifat responsif—bergantung pada rangsangan eksternal, di mana tindakan dibentuk oleh peristiwa, tekanan, atau situasi yang telah terjadi. Secara sederhana, perilaku kreatif memimpin perubahan, sedangkan perilaku reaktif mengikutinya.
Dari sudut pandang teoretis, perbedaan ini berkaitan erat dengan Cognitive Psychology, yang mengkaji bagaimana manusia memproses informasi dan mengambil keputusan.
Berpikir kreatif sering dikaitkan dengan proses kognitif tingkat tinggi seperti divergent thinking (Guilford, 1950), yaitu kemampuan menghasilkan berbagai solusi baru.
Sementara itu, berpikir reaktif lebih terkait dengan respons otomatis atau kebiasaan, yang sering dijelaskan melalui mekanisme stimulus-respons dalam teori behaviorisme, seperti yang dikemukakan oleh B.F. Skinner.
Dalam hal ini, kreativitas memerlukan upaya mental yang sadar, sedangkan reaktivitas dapat berlangsung secara tidak sadar.
Kerangka lain yang relevan berasal dari Organizational Behavior, khususnya dalam teori kepemimpinan. Stephen R. Covey menekankan bahwa proaktivitas (orientasi kreatif) adalah kebiasaan utama individu yang efektif.
Menurut Covey, orang yang proaktif (kreatif) mengambil tanggung jawab untuk membentuk lingkungannya, sedangkan individu reaktif cenderung menyalahkan keadaan atau menunggu arahan.
Perspektif ini menunjukkan bahwa perilaku kreatif berkaitan dengan kendali diri dan visi jangka panjang, sementara perilaku reaktif sering bersifat jangka pendek dan situasional.
Terakhir, dalam konteks pembelajaran dan adaptasi, Constructivism memberikan sudut pandang yang berguna. Teoretikus konstruktivis seperti Jean Piaget berpendapat bahwa individu secara aktif membangun pengetahuan melalui pengalaman—sebuah proses yang secara inheren kreatif.
Sebaliknya, pembelajaran reaktif lebih selaras dengan penyerapan informasi secara pasif, di mana pembelajar hanya merespons instruksi tanpa benar-benar mengolahnya secara mendalam.
Dengan demikian, dalam psikologi, kepemimpinan, dan pendidikan, perbedaan antara mode kreatif dan reaktif mencerminkan perbedaan yang lebih luas antara memulai versus merespons, membentuk versus menyesuaikan, serta membayangkan versus bereaksi.
__
Sorowako, 8 April 2026
_
NB
Lalu, kenapa ada gambar pisang goreng? Ada relevansi makna di sini. Saat penulis hendak goreng pisang – pisang hasil baca doa kemarin – rupanya pagi ini tidak ada terigu passapu. Kan biasa kalau di kampung kita mamak-mamak goreng pisang pisang dengan memoles terigu sebelum ke penggorengan. Pendek cerita ada ide, bagaimana kalau kue-kue mentega berterigu itu dipoca-poca dan ditambahi air, jadi terigu pemoles gorengan? Tidakkah itu kreatif? Bayangkan kalau penulis teriak-teriak dan berseru, tena harapang!









