Magister AKK FKM Unhas Perkuat Kompetensi Kebijakan Jaminan Sosial melalui Kunjungan ke PERKESO Malaysia

  • Whatsapp
Mahasiswa Program Studi Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) Makassar melaksanakan kunjungan akademik ke Pertubuhan Keselamatan Sosial (PERKESO), Kuala Lumpur, Malaysia.

PELAKITA.ID – Kuala Lumpur, Malaysia – 30 Maret 2026 — Mahasiswa Program Studi Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) Makassar melaksanakan kunjungan akademik ke Pertubuhan Keselamatan Sosial (PERKESO), Kuala Lumpur, Malaysia.

Kegiatan ini diikuti oleh 19 mahasiswa yang didampingi tiga dosen, yaitu Prof. Dr. Amran Razak, M.Sc., Dr. Yusran Amir, SKM., M.PH., dan Ryryn Suryaman Prana Putra, SKM., M.Kes. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program benchmarking internasional yang bertujuan memperkuat kapasitas akademik serta memperluas wawasan global mahasiswa dalam bidang kebijakan kesehatan dan jaminan sosial.

Secara khusus, kunjungan ini bertujuan untuk memahami sistem perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Malaysia, mencakup aspek kepesertaan, manfaat, tata kelola program, hingga mekanisme pengawasan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman komprehensif mengenai bagaimana sistem jaminan sosial dirancang dan diimplementasikan untuk melindungi pekerja dari berbagai risiko sosial dan ekonomi.

Kegiatan diawali dengan pengantar dari Dr. Yusran Amir yang memperkenalkan delegasi mahasiswa kepada pihak PERKESO. Ia menyampaikan bahwa beberapa mahasiswa memiliki latar belakang profesional di bidang jaminan sosial, khususnya dari BPJS Ketenagakerjaan, sehingga diharapkan dapat memperkaya diskusi melalui pertukaran pengalaman antara Indonesia dan Malaysia.

Sesi pemaparan materi dimulai oleh Nur Auni Izzati, Head of Unit Policy and International Affairs PERKESO, yang menjelaskan profil organisasi serta perkembangan PERKESO sejak didirikan pada tahun 1969.

Ia memaparkan peran strategis PERKESO dalam menyediakan perlindungan sosial bagi pekerja melalui berbagai skema, termasuk perlindungan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, serta manfaat sosial lainnya.

Sesi pemaparan materi dimulai oleh Nur Auni Izzati, Head of Unit Policy and International Affairs PERKESO, yang menjelaskan profil organisasi serta perkembangan PERKESO sejak didirikan pada tahun 1969.

Materi berikutnya disampaikan oleh Ahmad Haswadi Bin Hasyim dari Division of Contribution, Collection, and Enforcement. Ia mengulas mekanisme kepesertaan, sistem pengumpulan iuran, serta strategi pengawasan dan penegakan kepatuhan. Pemaparan ini memberikan gambaran tentang bagaimana sistem administrasi dan regulasi dijalankan secara efektif untuk menjaga keberlanjutan program jaminan sosial.

Selanjutnya, Zaililah Binti Abd Kassim dari Benefit Division memaparkan jenis-jenis manfaat yang diberikan PERKESO serta prosedur klaim bagi peserta.

Penjelasan ini menegaskan pentingnya sistem layanan yang responsif, transparan, dan berbasis kebutuhan dalam memberikan perlindungan optimal kepada pekerja.

Kunjungan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Malaysia dalam pengelolaan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Mahasiswa memperoleh perspektif komparatif terkait perbedaan dan kesamaan sistem antara PERKESO dan BPJS Ketenagakerjaan, yang dapat menjadi bahan refleksi dalam pengembangan kebijakan serta peningkatan kualitas layanan di Indonesia.

Mahasiswa memperoleh perspektif komparatif terkait perbedaan dan kesamaan sistem antara PERKESO dan BPJS Ketenagakerjaan, yang dapat menjadi bahan refleksi dalam pengembangan kebijakan serta peningkatan kualitas layanan di Indonesia.

Selain itu, pengalaman ini memperkuat kemampuan analisis mahasiswa dalam mengidentifikasi praktik terbaik (best practices) yang relevan untuk diadaptasi sesuai konteks nasional.

Dari sisi kelembagaan, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Hasanuddin, khususnya dalam meningkatkan pengalaman belajar di luar kampus, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.

Lebih luas, kegiatan ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dan memperkuat sistem perlindungan sosial yang inklusif dan berkeadilan.

Dalam konteks global, kunjungan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-being) dan Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth).

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh bekal strategis dalam merancang kebijakan kesehatan dan jaminan sosial yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan di Indonesia.