Alumni Unhas harus hadir membawa pengalaman baik, success story, bukan hanya persoalan. Kampus membutuhkan energi positif dari para alumni untuk memperkuat jejaring dan inspirasi bagi mahasiswa.
Prof Jamaluddin Jompa
PELAKITA.ID – Pertemuan hangat penuh makna terjadi antara alumni Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Rustan Rewa, dengan Rektor Jamaluddin Jompa pada 1 April 2026 di ruang rektor Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Makassar.
Silaturahmi ini tidak sekadar temu kangen, tetapi menjadi ruang dialog strategis antara alumni dan kampus dalam memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menekankan pentingnya peran alumni dalam membangun ekosistem pengetahuan yang tidak hanya berisi persoalan, tetapi juga solusi dan kisah keberhasilan.
“Alumni Unhas harus hadir membawa pengalaman, success story, bukan hanya persoalan. Kampus membutuhkan energi positif dari para alumni untuk memperkuat jejaring dan inspirasi bagi mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Rustan Rewa yang dinilai berhasil mendorong pertumbuhan UMKM di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Menurutnya, inisiatif tersebut dapat menjadi model kolaborasi antara alumni, kampus, dan mahasiswa dalam pengembangan riset terapan serta penguatan solidaritas intelektual kealumnian.
Menggerakkan UMKM dan Jejaring Alumni dari Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Rustan Rewa memaparkan kiprahnya saat ini sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan di Tolitoli, sekaligus aktif dalam organisasi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Tolitoli.
Ia menegaskan bahwa semangat yang dibawanya adalah menghidupkan solidaritas alumni sebagai kekuatan pembangunan.
Baginya, jaringan alumni Unhas memiliki potensi besar jika diintegrasikan lintas disiplin, khususnya dalam bidang agrokompleks hingga inovasi berbasis daerah.
“Dari pertanian, perkebunan, perikanan, hingga kelautan—semuanya bisa menjadi pintu masuk untuk membangun ekonomi daerah. Kita tinggal menghubungkan potensi itu dengan jejaring alumni dan inovasi,” jelasnya.
Rustan juga mencontohkan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mempromosikan potensi Sulawesi Tengah, mulai dari pengembangan UMKM tenun hingga kuliner lokal.
Ia melihat bahwa kekuatan ekonomi daerah terletak pada kemampuan mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah.
Inisiatif Alumni dan Kolaborasi Lintas Kampus
Dalam dialog tersebut, Rustan turut menyoroti kiprah alumni Unhas lainnya yang aktif di Sulawesi Tengah. Ia menyebut nama Arief Sutte yang terlibat dalam konservasi dan pengolahan rotan, serta Lisa Bengkele dari Universitas Alkhairat yang berperan dalam pengembangan akademik dan riset di daerah tersebut.
Kehadiran para alumni di berbagai sektor ini menunjukkan bahwa kontribusi Unhas tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Menguatkan Peran Alumni sebagai Mitra Strategis Kampus
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Founder Pelakita.ID, Kamaruddin Azis, yang turut menyaksikan dialog konstruktif antara kampus dan alumni.
Silaturahmi ini menjadi penegasan bahwa hubungan antara universitas dan alumni tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus berkembang menjadi kemitraan strategis yang berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi, Universitas Hasanuddin dan jejaring alumninya diharapkan mampu menghadirkan inovasi, memperkuat UMKM, serta membangun ekosistem riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, sinergi antara kampus dan alumni menjadi salah satu kunci penting dalam memastikan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi Indonesia.









