Bupati Wajo Hadiri Jamuan Menteri Pertanian di PSBM Makassar: Memperkuat Jejaring Saudagar dan Sinergi Pembangunan Daerah

  • Whatsapp
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM), sebuah forum strategis yang mempertemukan para saudagar, tokoh masyarakat, dan pemimpin daerah asal Sulawesi Selatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia maupun mancanegara.

PELAKITA.ID – Bupati Wajo menghadiri jamuan makan malam yang digelar oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Hotel Pantai Gapura, Makassar, 27 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM), sebuah forum strategis yang mempertemukan para saudagar, tokoh masyarakat, dan pemimpin daerah asal Sulawesi Selatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia maupun mancanegara.

Andi Amran Sulaiman dikenal sebagai sosok pengusaha sukses di bidang agribisnis yang kemudian dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertanian.

Selain kiprahnya di pemerintahan, ia juga merupakan Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), sebuah organisasi paguyuban yang menghimpun warga Sulawesi Selatan di perantauan.

KKSS berperan penting dalam memperkuat solidaritas, jaringan ekonomi, serta kontribusi sosial diaspora Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar di berbagai daerah.

Sementara itu, Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) merupakan forum bergengsi yang secara rutin mempertemukan para pengusaha Bugis-Makassar lintas sektor.

Forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang strategis untuk membangun kemitraan bisnis, memperluas investasi, serta merumuskan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah asal. Dalam konteks ini, PSBM sering dipandang sebagai salah satu kekuatan ekonomi berbasis diaspora yang memiliki pengaruh signifikan.

Jamuan makan malam yang mempertemukan jajaran KKSS dengan para kepala daerah, termasuk Bupati Wajo, memiliki makna strategis yang lebih dari sekadar seremoni.

Pertemuan ini menjadi ruang informal namun produktif untuk membangun komunikasi yang lebih cair antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha.

Dalam suasana yang lebih akrab, berbagai peluang kerja sama dapat dibahas, mulai dari investasi sektor pertanian, pengembangan infrastruktur daerah, hingga pemberdayaan UMKM dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Bagi pemerintah daerah, kehadiran dalam forum seperti ini membuka akses terhadap jejaring pengusaha nasional bahkan global yang memiliki akar kultural yang sama. Hal ini penting untuk mendorong masuknya investasi dan mempercepat pembangunan ekonomi daerah.

Sementara bagi KKSS dan para saudagar, interaksi langsung dengan kepala daerah memberikan pemahaman yang lebih konkret tentang kebutuhan dan potensi daerah, sehingga peluang kolaborasi dapat dirancang lebih tepat sasaran.

Dengan demikian, jamuan makan malam dalam rangkaian PSBM ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara diaspora Bugis-Makassar dan pemerintah daerah.

Kolaborasi yang terbangun diharapkan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas, solidaritas, dan kontribusi nyata masyarakat Sulawesi Selatan dalam pembangunan nasional.