PELAKITA.ID – Keterlibatan anak muda dalam isu lingkungan kini semakin menemukan relevansinya di tengah tantangan perkotaan, seperti keterbatasan lahan, ketahanan pangan, dan pengelolaan sampah.
Di Makassar, semangat ini didorong langsung oleh Wali Kota, Munafri Arifuddin, yang mengajak generasi muda untuk bergerak dari wacana menuju aksi nyata.
Menurut Munafri, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa pembelajaran tidak boleh berhenti pada tataran teori, melainkan harus diwujudkan dalam program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Saya mendorong kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk tidak berhenti pada teori, tetapi turun langsung menghadirkan solusi di tengah masyarakat. Melalui program seperti urban farming dan pengelolaan sampah, saya mengajak mereka membina minimal dua wilayah sebagai percontohan, dari peternakan sederhana hingga budidaya ikan sebagai langkah nyata menjawab kebutuhan pangan dan lingkungan di kota,” ujar Munafri.
Program yang didorong ini mencakup berbagai inisiatif berbasis komunitas, seperti urban farming, peternakan skala rumah tangga, hingga budidaya ikan.
Tidak hanya berorientasi pada lingkungan, langkah ini juga menjadi strategi untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah perkotaan.
Lebih jauh, Pemerintah Kota Makassar juga menyiapkan dukungan agar gerakan ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan program-program tersebut.
“Kami menyiapkan dukungan agar gerakan ini bisa berjalan berkelanjutan. Dengan kolaborasi, keterbatasan lahan bukan hambatan, tapi peluang untuk berinovasi. Saya percaya, dari langkah kecil di lingkungan sekitar, akan lahir dampak besar bagi masyarakat dan masa depan kota,” tambahnya.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa keterbatasan ruang di kota bukanlah penghalang, melainkan peluang untuk menciptakan solusi inovatif.
Dari lingkungan kecil, gerakan ini diharapkan mampu melahirkan dampak yang lebih luas, sekaligus memperkuat peran anak muda sebagai motor perubahan menuju kota yang berkelanjutan.









