Reuni Hangat Alumni Unhas di Kota Palu: Menyambung Silaturahmi, Merajut Kolaborasi

  • Whatsapp
Pertemuan sederhana ini menjadi ruang temu bagi para alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) yang berada di tanah rantau, Sulawesi Tengah. Ki-ka, AriefSutte, Rystan Rewa, Lisa Bangkelem dan Haris Abdullah (dok: Istimewa)

PELAKITA.ID – Suasana hangat penuh keakraban terasa di kediaman M. Arief Sutte di Kota Palu pada Sabtu, 28 Maret 2026. Pertemuan sederhana dengan sajian kanrejawa bangke’ bangke’ ini menjadi ruang temu bagi para alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) yang berada di tanah rantau, Sulawesi Tengah.

Lebih dari sekadar reuni, pertemuan ini dimaknai sebagai silaturahmi yang mempertemukan gagasan, pengalaman, serta harapan untuk masa depan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Dr. Lisa Bangkele, dosen Universitas Alkhairaat, yang juga dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan di Sulawesi Tengah.

Ir. Arief Sutte, adalah seorang aktivis LSM lingkungan yang memiliki perhatian besar terhadap isu-isu masyarakat dan konservasi rotan di Sulawesi Tengah.

Lalu ada H. Rustan Rewa dari Tolitoli, bersama H. Harris Abdullah, ikut menjadi bagian dari pertemuan penuh makna ini.

“Ini merupakan silaturahmi anak rantau, alumni Unhas yang datang berbagi informasi, hal-hal baik, dan tentu ide-ide ke depan,” ungkap Rustan dalam suasana penuh kekeluargaan.

Ki-ka: Rustan Rewa, Arief Sutte dan Lisa Bangkele

Bagi Rustan, siltaurahmi ini menjadi pengingat bahwa jarak geografis tidak pernah mampu memutus ikatan emosional yang terbangun sejak masa-masa kuliah di Tamalanrea.

Rasa terima kasih juga disampaikan Rustan kepada tuan rumah, Arief Sutte Dg Nyanrang, serta Dr. Lisa Bangkele atas sambutan hangat yang diberikan.

“Suasana begini yang selalu dirindukan anak rantau, karena pasti disertai kisah-kisah pengalaman di Unhas Tamalanrea,” ujar Rustan.

Kenangan masa lalu menjadi perekat yang menghidupkan kembali semangat kebersamaan di tengah kesibukan masing-masing.

Lebih jauh, pertemuan ini juga membuka ruang diskusi mengenai peluang kolaborasi antaralumni di masa mendatang. Salah satu yang mencuat adalah potensi pengembangan komoditas rotan.

“Apalagi Pak Arief Sutte ini spesialisasi rotan, siapa tahu bisa diajak kolaborasi dengan Daeng Nuntung founder Pelakita.ID di Luwu Raya yang juga memiliki akses ke sejumlah desa yang masih punya hamparan tanaman rotan, meski kini mulai langka, seperti Malili dan Parumpanai,” jelas Rustan.

Arief yang dimaksud adalah alumni Ilmu Tanah Unhas, angkatan 88 dan punya pengalaman tinggal di Jepang sebelum ke Palu bersama istri, Dr Lisa yang juga alumni Ilmu Tanah Unhas.

Gagasan ini menjadi contoh konkret bagaimana jejaring alumni dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Silaturahmi ini bukan sekadar temu kangen, tetapi juga menjadi titik awal bagi lahirnya sinergi baru.

Di tanah rantau, para alumni Unhas menunjukkan bahwa kebersamaan yang terjalin sejak bangku kuliah dapat terus hidup dan berkembang, menjelma menjadi kekuatan kolektif untuk menjawab tantangan zaman.

Redaksi