Banyak pihak merasa dihargai karena pendapat mereka benar-benar didengar dan dipertimbangkan secara serius—baik dalam ruang akademik, perumusan kebijakan, maupun kegiatan kemasyarakatan dan keorganisasian.
PELAKITA.ID – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD yang juga Sekretaris DPD IKAL Lemhannas RI Provinsi Sulawesi Selatan PPRA 63 membagikan kesan dan inspirasi dari tokoh nasional Prof Purnomo Yusgiantoro.
Berikut testimoninya.
Prof. Purnomo Yusgiantoro merupakan sosok pemimpin yang meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang yang pernah berinteraksi dengannya. Salah satu karakter paling menonjol dari beliau adalah kesediaannya untuk mendengar.
Dalam berbagai forum diskusi maupun pertemuan profesional, beliau selalu memberikan ruang kepada orang lain untuk menyampaikan pandangan secara terbuka.
Sikap ini menunjukkan bahwa kepemimpinan, bagi beliau, bukan sekadar memberi arahan, melainkan juga memahami beragam perspektif sebelum mengambil keputusan.
Dalam pengalaman berinteraksi langsung, Prof. Purnomo memperlihatkan ketenangan dan perhatian penuh ketika orang lain berbicara. Ia tidak terburu-buru menanggapi, melainkan menyimak dengan saksama, kemudian memberikan respons yang bijaksana dan terukur. Pendekatan ini menciptakan suasana dialog yang konstruktif dan saling menghargai.
Banyak pihak merasa dihargai karena pendapat mereka benar-benar didengar dan dipertimbangkan secara serius—baik dalam ruang akademik, perumusan kebijakan, maupun kegiatan kemasyarakatan dan keorganisasian.
Keteladanan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan seorang pemimpin tidak hanya terletak pada kapasitas intelektual atau pengalaman panjang, tetapi juga pada kerendahan hati untuk terus belajar dari orang lain.
Prof. Purnomo memberikan contoh bahwa mendengar adalah bagian penting dari kepemimpinan yang efektif.
Dengan sikap terbuka, reflektif, dan menghargai perbedaan pandangan, beliau mampu membangun komunikasi yang kuat serta mendorong kolaborasi yang produktif dalam berbagai bidang pengabdian.
Tentang Purnomo Yusgiantoro
Pelakita mengutip sejumlah sumber tentang sosok Purnomo Yusgiantoro. Digambarkan, beliau adalah seorang akademisi dan negarawan terkemuka Indonesia yang telah menjabat di berbagai posisi menteri tingkat tinggi dalam beberapa masa pemerintahan.
Lahir pada 16 Juni 1951 di Semarang, beliau membangun fondasi pendidikan yang kokoh dengan gelar sarjana teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang kemudian dilanjutkan dengan gelar MA di bidang Ekonomi dan Ph.D. dalam Ekonomi Mineral dan Sumber Daya Alam dari Colorado School of Mines.
Keahlian teknis ini membuka jalan bagi karier yang cemerlang di pelayanan publik, terutama saat menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (2000–2009) serta Menteri Pertahanan (2009–2014).
Pengaruhnya meluas ke kancah global pada tahun 2004 ketika beliau menjabat sebagai Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden OPEC, yang memperkuat reputasinya sebagai tokoh kunci dalam kebijakan energi internasional dan keamanan nasional.
Di luar peran politiknya, Purnomo adalah seorang akademisi dan penulis yang sangat dihormati dengan kontribusi signifikan pada studi ekonomi pembangunan dan ekonomi pertahanan.
Beliau pernah mengabdi sebagai profesor di Universitas Atma Jaya dan ITB, membagikan wawasannya tentang manajemen sumber daya dan teori keuangan.
Warisan intelektualnya tertuang dalam beberapa buku berpengaruh, termasuk Energy Economics: Theory and Practice dan Defence Economics: Theory and Practice.
Sepanjang kariernya, pengabdian beliau telah diakui dengan berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Bintang Mahaputera Adipradana, salah satu penghargaan sipil tertinggi di Indonesia, yang mencerminkan komitmen seumur hidupnya terhadap kemajuan strategis dan ekonomi bangsa.









