Dalam memetakan dunia Al-Idrisi menggabungkan pengetahuan dari Afrika, Samudra Hindia, dan Timur Jauh yang dikumpulkan dari para penjelajah dan pedagang Islam.
Al-Idrisi, Jejak Sunyi nya Menuntun Bumi
By : NarasiAno
PELAKITA.ID – Bayangkan dunia tanpa peta, tanpa arah, tanpa batas dan kepastian? Apalagi di era modern yang mana kita memiliki ketergantungan pada navigasi digital?
Walaupun pernah pada masa lampau manusia berlayar, berjalan dan bergerak hanya dengan keberanian dan tebakan. Lalu kemudian datanglah seorang ilmuan muslim Muhammad Al-Idrisi, dengan teori serta jemarinya yang mengukur, menggambar dunia.
Muhammad Al-Idrisi mengubah kebingungan menjadi kejelasan! Dia menggambar dunia, posisi dunia saat dunia sendiri belum sepenuhnya dipahami.
Muhammad Al-Idrisi adalah pakar geografi Muslim. Dia menciptakan peta duniapaling akurat dan detail pada abad pertengahan. Dari tangannya itulah peta dunia menjadi rujukan hingga berabad abad lamanya.
Muhammad Al-Idrisi lahir pada tahun 1100 di kota Cetua Afrika Utara. Berasal dari keluarga bangsawan, yang kemudian namanya tercatat dalam peradaban dunia sebab dari tangannya lahir pemetaan dunia.
Awal menggambarkan peta dimulai oleh Muhammad Al-Idrisi setelah mendapat perintah dari Raja Roger II dari Sisilia,
Pada usia 16 tahun Al-Idrisi mengembara ke Spanyol Islam, Portugal, Prancis, dan Inggris. Dia kemudian bersama orang-orang sezamannya menyatu di Sisilia. Di kota inilah Al-Idris mendapat perintah dari Raja Roger II Sisilia untuk memulai menggarap menggambar peta.
Dalam memetakan dunia Al-Idrisi menggabungkan pengetahuan dari Afrika, Samudra Hindia, dan Timur Jauh yang dikumpulkan dari para penjelajah dan pedagang Islam.
Selain itu Al-Idrisi juga menggali informasi yang dibawa oleh pelayar-pelayar Normandia untuk membuat peta paling akurat di dunia pada masa pramodern.
Selama bertahun tahun melalui keahlian dan pengetahuannya Al-Idrisi menggabung informasi dari berbagai kalangan digambarkannya dalam secarik kertas.
Setiap malam dia mengamati, mencoret lalu menggambar ulang. Dia sangat mencermati setiap informasi yang didapatkan maupun pengalaman perjalanannya sejak melakukan pengembaraan.
Dalam catatan sejarah, Al-Idrisi menghabiskan 15 tahun mengumpulkan data dari penjelajah, navigator, dan catatan geografis, serta melakukan perjalanan sendiri untuk memastikan akurasi.
Akhirnya pada tahun 1154, Al-Idrisi menyelesaikan peta legendaris yang kemudian dikenal dengan nama Tabula Rogeriana. Peta Tabula itu kemudian menetap di istana Sisilia.
Peta tersebut, dengan legenda berbahasa Arab, menampilkan daratan Eurasia secara keseluruhan dan sebagian kecil bagian utarabenua Afrika dengan sedikit detail pada Tanduk Afrika dan Asia Tenggara.
Peta Roger Tabula itu diukir dalam piringan besar dari perak padat yang berdiameter dua meter lalu kemudian Al-Idrisi menciptakan Globe yang terbuat dari perak, menggambarkan enam benua, sungai, danau, kota-kota utama, dan pegunungan
Peta globe inilah dianggap paling akurat selama 300 tahun ke depan dan menjadi acuan utama bagi pelaut dan penjelajah Eropa serta peta arah yang dunia gunakan sampai detik ini.
Pembaca NarasiAno yang baik, seandainya tak ada goresan dari Al-Idrisi? Mungkin perjalanan manusia di muka bumi ini akan berjalan lambat.
Bayangkan dari dunia yang dulu asing menjadi terpetakan, dan yang jauh bisa terasa lebih dekat. Al-Idrisi bukan sekadar menggambar bumi tetapi dia memberi manusia keberanian untuk melangkah tanpa rasa takut.
Dan hari ini setiap arah yang kita tempuh, arah hendak pulang kampung untuk berlebaran merupakan perjalanan peta yang jejaknya digambar oleh Al-Idrisi. Dari kisah Al-Idris ini kita dapat belajar bahwa satu karya bisa menjadi cahaya bagi perjalanan seluruh peradaban.
Selamat berpuasa di penghujung Ramadan 1447 H, semoga langkah kita diakhiri puasa bukan sekadar mengantar kita menuju Hari Raya, tetapi kembali ke hati yang bersihc jiwa yang lebih tenang dalam menghadapi pergulatan kehidupan dunia.
Semoga kit dipertemukan kemenangan yang paling hakiki.
#Seri20
#Ramadan1447H
NarasiAno, Tenang Dibaca, Kuat Dirasakan









