Film ini juga dijadwalkan hadir di platform streaming Netflix pada 20 Maret 2026, memperluas jangkauan penonton global yang telah mengikuti kisah keluarga Shelby selama bertahun-tahun.
PELAKITA.ID – Serial televisi Inggris Peaky Blinders telah berkembang dari sebuah drama kriminal bergaya gelap yang awalnya digemari segelintir penonton menjadi fenomena budaya global.
Berlatar di kota industri Birmingham, kisah ini mengikuti perjalanan keluarga Shelby dalam menghadapi kekacauan sosial dan politik setelah berakhirnya World War I.
Dengan atmosfer yang kuat, karakter yang kompleks, dan alur cerita yang semakin luas dari musim ke musim, serial ini tidak hanya menceritakan tentang dunia kriminal, tetapi juga tentang trauma perang, ambisi, kekuasaan, dan perubahan sosial di Inggris pada awal abad ke-20.
Dari Small Heath ke Panggung Dunia
Cerita dimulai pada tahun 1919 di kawasan pekerja Small Heath, sebuah lingkungan industri yang keras dan penuh ketegangan sosial. Di sinilah berdiri kelompok gangster keluarga Shelby yang dikenal sebagai Peaky Blinders.
Tokoh sentralnya adalah Thomas “Tommy” Shelby, seorang veteran perang yang dihantui trauma psikologis setelah kembali dari medan perang.
Tommy adalah pemimpin yang cerdas, dingin, dan penuh perhitungan. Dengan kombinasi kecerdikan strategis dan ambisi yang tak terbendung, ia berusaha mengubah geng jalanan keluarganya menjadi sebuah kerajaan bisnis yang sah.
Perjalanan keluarga Shelby tidak berhenti pada konflik kecil di lingkungan mereka. Seiring berjalannya cerita, ambisi Tommy membawa mereka dari gang-gang kumuh Birmingham menuju jaringan kekuasaan internasional yang jauh lebih berbahaya.
Eskalasi Konflik Sepanjang Enam Musim
Selama enam musim, cerita Peaky Blinders berkembang dengan taruhan yang semakin tinggi.
1. Tahun-tahun awal (Musim 1–2)
Pada tahap awal, konflik berfokus pada perebutan wilayah perjudian ilegal di Birmingham. Keluarga Shelby harus menghadapi rival-rival berbahaya, termasuk bos kriminal Billy Kimber serta kelompok mafia Italia dari London.
Di sinilah reputasi Peaky Blinders mulai terbentuk—bukan hanya sebagai geng jalanan, tetapi sebagai kekuatan kriminal yang mampu menantang pemain besar.
2. Ekspansi internasional (Musim 3–4)
Setelah menguasai wilayah lokal, keluarga Shelby memasuki permainan yang jauh lebih besar. Mereka terlibat dalam perdagangan senjata internasional, berurusan dengan aristokrat Rusia yang eksentrik, dan menghadapi dendam mematikan dari mafia New York.
Ancaman terbesar datang dari Luca Changretta, seorang gangster Amerika yang datang ke Inggris untuk membalas kematian keluarganya.
3. Dunia politik dan bayang-bayang fasisme (Musim 5–6)
Ambisi Tommy Shelby mencapai puncaknya ketika ia memasuki dunia politik dan menjadi anggota parlemen. Namun kekuasaan politik membawa ancaman baru yang lebih kompleks.
Ia harus menghadapi naiknya gerakan fasis di Inggris pada tahun 1930-an, termasuk konflik ideologis dengan tokoh kontroversial Oswald Mosley. Pada tahap ini, cerita berubah menjadi permainan psikologis yang intens antara ambisi politik, trauma pribadi, dan ancaman ekstremisme.
Karakter Ikonik dan Penampilan Aktor
Salah satu kekuatan terbesar serial ini adalah karakter-karakter kuat yang diperankan oleh aktor kelas dunia.
Tommy Shelby
Diperankan oleh Cillian Murphy, Tommy adalah pemimpin visioner yang sekaligus dihantui oleh kegelapan batinnya. Kepemimpinannya yang karismatik membuatnya menjadi salah satu karakter paling ikonik dalam televisi modern.
Polly Gray
Diperankan oleh Helen McCrory, Polly adalah matriark keluarga Shelby yang cerdas dan penuh wibawa. Ia sering menjadi penyeimbang antara ambisi Tommy dan stabilitas keluarga.
Arthur Shelby
Dimainkan oleh Paul Anderson, Arthur adalah kakak tertua Shelby yang terkenal dengan temperamen eksplosif namun memiliki loyalitas yang tak tergoyahkan kepada keluarganya.
Alfie Solomons
Karakter eksentrik ini diperankan oleh Tom Hardy. Sebagai pemimpin geng Yahudi di Camden Town, Alfie dikenal dengan dialognya yang tajam dan kehadiran karismatik yang sering mencuri perhatian dalam setiap adegan.
Babak Baru: Film Tahun 2026
Meski serial televisinya telah berakhir setelah enam musim, kisah Peaky Blinders belum selesai.
Film Peaky Blinders: The Immortal Man dirilis di bioskop pada 6 Maret 2026 sebagai kelanjutan langsung dari serial tersebut.
Ceritanya berlatar masa World War II, ketika Tommy Shelby kembali dari pengasingan untuk menghadapi horor perang yang baru sekaligus bayang-bayang masa lalunya sendiri.
Film ini juga dijadwalkan hadir di platform streaming Netflix pada 20 Maret 2026, memperluas jangkauan penonton global yang telah mengikuti kisah keluarga Shelby selama bertahun-tahun.
Ekspansi “Peaky Universe”
Kesuksesan besar serial ini mendorong pengembangan dunia cerita yang lebih luas.
Dua proyek spin-off telah dikonfirmasi:
-
Serial sekuel tahun 1950-an yang akan mengikuti generasi baru keluarga Shelby, termasuk Duke Shelby dan Isiah Jesus, dalam menghadapi Inggris pasca-perang dan perubahan budaya seperti munculnya musik rock and roll.
-
Spin-off Boston yang dikabarkan akan mengeksplorasi cabang dunia kriminal Amerika yang memiliki hubungan dengan jaringan internasional Peaky Blinders.
Gaya Visual dan Warisan Budaya
Di luar alur cerita kriminalnya, Peaky Blinders terkenal karena gaya visual yang khas.
Setelan jas yang tajam, mantel panjang, dan potongan rambut undercut yang menjadi ciri khas “Peaky look” bahkan memengaruhi tren fesyen pria di berbagai negara.
Serial ini juga menggunakan soundtrack modern yang tidak biasa untuk drama periode. Musik dari artis seperti Nick Cave and the Bad Seeds, Arctic Monkeys, dan PJ Harvey memberikan energi kontemporer pada latar tahun 1920-an.
Kombinasi antara cerita kriminal epik, karakter kompleks, gaya visual ikonik, dan musik modern menjadikan Peaky Blinders lebih dari sekadar serial televisi.
Ia telah menjadi simbol budaya populer yang menggambarkan bagaimana trauma perang, ambisi kekuasaan, dan dinamika keluarga dapat membentuk sejarah—baik di jalanan Birmingham maupun di panggung dunia.
___
Dari berbagi sumber
