Ramadan Gathering Blue Forests: Menguatkan Kolaborasi untuk Mangrove Indonesia

  • Whatsapp
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah talkshow bertema “Women for Mangrove”, yang menyoroti kontribusi perempuan dalam menjaga dan mengelola ekosistem mangrove secara berkelanjutan.

PELAKITA.ID – Momentum Ramadan dimanfaatkan oleh Blue Forests untuk mempererat hubungan dengan para mitra dan sahabat kolaborasi melalui kegiatan Buka Puasa Bersama yang digelar di Four Points by Sheraton Makassar, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WITA ini menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Menurut Yusran Nurdin Massa, senior expert Blue Forests yang ditemui Pelakita.ID, para peserta yang terdiri dari mitra organisasi, pegiat lingkungan, akademisi, serta komunitas yang selama ini terlibat dalam berbagai program konservasi pesisir berkumpul untuk mempererat silaturahmi sekaligus merayakan perjalanan kolaborasi yang telah terbangun.

“Mereka datang dari berbagi wilayah seperti Tanakeke Takalar, Rote dan Kupang di Nusa Tenggara Barat, Maros, Pangkep, Kalimantan hingga Papua,” ucap Yusran.

Peserta datang dari berbagi wilayah seperti Tanakeke Takalar, Rote dan Kupang di Nusa Tenggara Barat, Maros, Pangkep hingga Kalimantan (dok: Pelakita.ID)

Dia juga menyebut saat ini Blue Forests di Indonesia mengelola hingga 7 wilayah proyek terkait konservasi dan pengelolaan mangrove untuk penghidupan berkelanjutan di Indonesia.

Terkait acara ini, Yusran mengatakan, selain menjadi ajang berbuka puasa bersama, acara ini juga dirancang sebagai ruang berbagi gagasan mengenai upaya pelestarian ekosistem pesisir dan mangrove di Indonesia.

Mangrove sendiri dikenal sebagai salah satu ekosistem penting yang berperan dalam melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus menopang kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah talkshow bertema “Women for Mangrove”, yang menyoroti kontribusi perempuan dalam menjaga dan mengelola ekosistem mangrove secara berkelanjutan.

Diskusi ini membuka ruang refleksi tentang bagaimana perempuan di berbagai komunitas pesisir memainkan peran strategis, mulai dari kegiatan rehabilitasi mangrove hingga penguatan ekonomi berbasis sumber daya pesisir.

Semangat kebersamaan di bulan Ramadan menjadi pengingat bahwa upaya menjaga ekosistem pesisir dan mangrove membutuhkan kerja kolektif, melibatkan berbagai pihak, serta didorong oleh komitmen jangka panjang.

Tidak hanya diskusi, acara ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan interaktif seperti pertunjukan musik, kuis, dan workshop singkat yang memberi kesempatan bagi peserta untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas jejaring kolaborasi.

Melalui kegiatan ini, Blue Forests berharap hubungan kemitraan yang telah terjalin dapat semakin kuat.

Semangat kebersamaan di bulan Ramadan menjadi pengingat bahwa upaya menjaga ekosistem pesisir dan mangrove membutuhkan kerja kolektif, melibatkan berbagai pihak, serta didorong oleh komitmen jangka panjang.

Dengan semakin luasnya dukungan dari berbagai komunitas dan lembaga, inisiatif pelestarian mangrove diharapkan tidak hanya berdampak pada perlindungan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir di Indonesia.

Acara ini nampak istimewa, selain karena menghadirkan semesta lokasi proyek pengelolaan pesisir dan laut di Indonesia, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan, Muhammad Ilyas, Dr Rijal Idrus, ketua Pusat Studi Perubahan Iklim Unhas, Gaffar, pejabat senior Dinas Pertanian Sulsel.

Hadir pula sejumlah aktivis LSM seperti dari Lemsa, YKL Indonesia, Nypah dan awak pekerja media seperti Anis Kurniawan dari Klikhijau.Com dan Pelakita.ID.

Redaksi