Dari Wakaf Seorang Perempuan Muslim Lahir Universitas Pertama di Dunia | NarasiAno

  • Whatsapp
Ilustrasi #NarasiAno

PELAKITA.ID | Sembari menikmati secangkir kopi hitam, usai tarawih di Jalan Daeng Tata Makassar. NarasiAno meramu kisah tentang seorang Wanita Mulsim yang mendirikan universitas lalu tercatat sebagai pemberi gelar sarjana pertama di dunia. Bukan dari Eropa, bukan dari Amerika, Benua Asia apalagi.

Bukan Harvard, bukan Universitas di Bologna Italia bukan juga Oxford atau Al Azhar Kairo. Mari kita menerawang ke benua Afrika sana. Sebuah kisah yang nyaris luput dalam ingatan kita.

Inilah kisah singkatnya!

Kampus tersebut adalah Universitas Al Qarawiyyin (Al-Karaouine) di Fes Maroko.

Didirikan oleh seorang wanita muslimah bernama Fatimah al-Fihri pada tahun 859 M, tempat ini berevolusi dari masjid dan pusat studi menjadi universitas moderen, yang diakui UNESCO dan Guinness World Records sebagai lembaga pendidikan pemberi gelar tertua yang masih beroperasi hingga malam ini.

Universitas al-Qarawiyyin didirikan oleh Fatimah al-Fihri, putri seorang pedagang kaya raya yang migrasi ke Maroko. Walaupun ayahnya seorang pedagang tetapi jiwa dan visioner Fatimah sudah terlihat sejak masa remajanya dan itu diperlihatkan dari aktivitas sehari hari.

NarasiAno meriset berbagai data di mana Manchester University Press menulis Fatima al-Fihri lahir di Kairouan, Tunisia, sekitar tahun 800 M, Fatimah pindah ke Fez, Maroko, bersama ayahnya, Muhammad al-Fihri, seorang pedagang sukses.

Di Maroko Fatimah dikenal sebagai “Umm al-Banayn” (Ibu dari Anak-anak Laki-laki) karena kedermawanannya melindungi dan mendidik para siswa.

Kekayaan yang dimiliki orang tuanya tak serta merta digunakan untuk membangun gedung berlantai tinggi, membangun kekuasaan tetapi Fatimah gunakan harta warisan ayahnya untuk membeli tanah dari seorang pria dari suku “Hawaara”, Fatima memulai proyek pembangunannya pada awal bulan Ramadhan tahun 254 Hijriah, yaitu 859 M.

Dari abad ke-10 masjid terkenal al-Qarawiyyin menjadi lembaga keagamaan pertama dan universitas Arab terbesar di Afrika Utara.

Masjid dan Madrasah Al-Qarawiyyin ini kemudikan berkembang menjadi pusat pembelajaran agama, astronomi, kedokteran, dan ilmu pengetahuan.

Selama berabad-abad, Universitas al-Qarawiyyin menjadi pusat spiritual dan pendidikan utama di dunia Muslim. Awalnya, di sana berfokus pada pengajaran agama dan menghafal Al-Qur’an, tetapi kemudian diperluas ke tata bahasa Arab, musik, tasawuf, kedokteran hingga astronomi.

Siswa dari seluruh dunia bepergian untuk mempelajari berbagai mata pelajaran, mulai dari ilmu alam hingga bahasa hingga astronomi, dan Fatima sendiri juga belajar di sana. Selama abad pertengahan, Universitas al-Qarawiyyin dianggap sebagai pusat intelektual utama.

Ada kisah menyebutkan jika Gerbert dari Aurillac yang lebih dikenal sebagai Paus Sylvester II, pernah belajar di al-Qarawiyyin. Dari dialah yang diberi penghargaan untuk memperkenalkan angka Arab (yang kita gunakan sampai hari ini) ke seluruh Eropa.

Lembaga dunia UNESCO dan Guinness World Records menobatkan Universitas al-Qarawiyyin adalah lembaga pendidikan pemberi gelar pertama di dunia, sebagai universitas paling kuno di dunia yang masih beroperasi bahkan mendahului universitas-universitas Eropa pertama.

Universitas ini juga memiliki salah satu perpustakaan tertua di dunia. Perpustakaan ini berisi lebih dari 4000 manuskrip, termasuk teks abad ke-14 karya sejarawan terkenal Ibn Khaldun, Muqaddimah.

NarasiAno mengucapkan selamat menjalani malam malam terakhir bulan Ramadan 1447 H.

Selagi Ramadan, ketika amal kebaikan dilipatgandakan, kisah Fatimah Al-Fihri menjadi pengingat bagi kita di Indonesia, bahwa membangun generasi, menyebarkan ilmu, adalah investasi peradaban yang tak akan pernah hilang. Sebab ilmu adalah SEDEQAH paling panjang umurnya.

#Seri17
#Ramadan1447H

NarasiAno, Tenang Dibaca, Kuat Dirasakan