Rayakan Hari Perempuan Sedunia 2026, Wali Kota Makassar Ajak Warga Bangun Solidaritas Lawan Kekerasan Digital

  • Whatsapp
Peringatan Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day 2026 di Kota Makassar dirayakan dengan semangat literasi, edukasi, dan ajakan untuk memperkuat solidaritas dalam melawan kekerasan berbasis gender di ruang digital.

Melalui tema kegiatan “Write to Build Solidarity: KBGO, All Start”, Wali Kota Makassar menyebut kegiatan ini sebagai panggilan untuk bertindak (call to action), khususnya bagi generasi muda agar berani bersuara dan berkontribusi melalui tulisan.

PELAKITA.ID– Peringatan Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day 2026 di Kota Makassar dirayakan dengan semangat literasi, edukasi, dan ajakan untuk memperkuat solidaritas dalam melawan kekerasan berbasis gender di ruang digital.

Dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan webinar dan lomba menulis yang digelar untuk memperingati momentum tersebut, Wali Kota Makassar menyampaikan bahwa peringatan Hari Perempuan Sedunia tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus diisi dengan aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat.

“Pada hari ini kita bergabung dengan jutaan orang di seluruh dunia untuk merayakan Women’s Day di Kota Makassar. Kita tidak hanya merayakannya dengan seremoni, tetapi dengan aksi nyata melalui literasi dan edukasi,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah membuka berbagai peluang bagi perempuan untuk berkarya dan berpartisipasi di ruang publik. Namun di sisi lain, ruang digital juga menghadirkan tantangan baru, salah satunya meningkatnya kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Ilustrasi kegiatan

Ia menegaskan bahwa KBGO bukan sekadar persoalan teknis di dunia maya, tetapi merupakan ancaman nyata terhadap martabat dan rasa aman perempuan.

“KBGO bukan sekadar isu teknis, melainkan ancaman nyata terhadap martabat dan ruang aman perempuan,” katanya.

Melalui tema kegiatan “Write to Build Solidarity: KBGO, Start the Change”, Wali Kota Makassar menyebut kegiatan ini sebagai panggilan untuk bertindak (call to action), khususnya bagi generasi muda agar berani bersuara dan berkontribusi melalui tulisan.

Ia menekankan bahwa tulisan memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran publik.

Menurutnya, menulis dapat menjadi alat untuk mengedukasi masyarakat, menumbuhkan empati, serta mendokumentasikan kebenaran.

“Mengapa menulis? Karena tulisan adalah senjata yang sangat tajam untuk mengedukasi, membangun empati, dan mendokumentasikan kebenaran,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama dalam menghadapi kekerasan berbasis gender di ruang digital.

Pertama, pentingnya solidaritas. Ia mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan korban kekerasan digital merasa sendirian.

Melalui tulisan dan dukungan publik, masyarakat dapat membangun jaringan pengaman sosial yang lebih kuat bagi para korban.

Kedua, literasi digital sebagai perisai.

Menurutnya, masyarakat harus semakin cerdas dalam memanfaatkan teknologi serta memahami berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di internet.

Kesadaran tersebut menjadi langkah awal untuk mencegah dan menghentikan kekerasan digital.

Ketiga, menjadi agen perubahan.

Ia mengajak generasi muda dan seluruh warga masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton ketika melihat ketidakadilan di media sosial.

“Jika melihat ketidakadilan di media sosial, bersuaralah. Mulailah perubahan dari diri kita sendiri,” pesannya.

Wali Kota Makassar juga mengapresiasi penyelenggaraan webinar dan lomba menulis dalam rangka Hari Perempuan Sedunia tersebut.

Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan gagasan-gagasan segar serta tulisan inspiratif yang mampu menggerakkan masyarakat untuk semakin peduli terhadap perlindungan perempuan.

“Saya berharap dari kegiatan ini akan lahir gagasan-gagasan segar dan tulisan-tulisan inspiratif yang mampu menggerakkan masyarakat Makassar untuk lebih peduli dan melindungi kaum perempuan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, ia secara resmi membuka rangkaian kegiatan webinar dan lomba menulis dalam rangka peringatan Hari Perempuan Sedunia 2026.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, rangkaian kegiatan webinar dan lomba menulis dalam rangka International Women’s Day secara resmi saya nyatakan dibuka. Selamat berkarya, selamat menulis, dan teruslah menjadi pelopor perubahan bagi Kota Makassar yang kita cintai,” tutupnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti secara daring melalui platform Zoom, menandai komitmen bersama untuk membangun ruang digital yang lebih aman dan inklusif bagi perempuan.