PELAKITA.ID – Nelayan yang mendiami Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Belitung Timur, merupakan masyarakat Suku Bugis yang berasal dari Sulawesi Selatan.
Sebelumnya mereka bermukim di kawasan Pantai Gunung Burung Mandi. Sebagaimana tradisi masyarakat Bugis yang dikenal sebagai pelaut ulung, mereka hidup berpindah-pindah dan tersebar di sepanjang pesisir pantai.
Namun pola permukiman yang tersebar ini oleh pemerintah daerah setempat dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan di sekitar kawasan pantai.
Karena itu, pemerintah kemudian menyediakan lokasi permukiman tetap bagi warga Bugis tersebut. Kebetulan, di Desa Mengkubang masih tersedia lahan yang cukup untuk dijadikan kawasan relokasi.
Proses pemindahan ini dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat. Perkampungan Bugis yang sebelumnya berada di Pantai Gunung Burung Mandi dipindahkan ke Dusun Ujung Gunung Malang Lepau.
Secara keseluruhan, pemindahan ini melibatkan sekitar 75 kepala keluarga dengan jumlah penduduk kurang lebih 450 orang. Setiap kepala keluarga memperoleh sebidang tanah seluas 64 x 64 meter sebagai tempat tinggal sekaligus ruang untuk mengembangkan kehidupan mereka.
Setelah menetap di permukiman baru tersebut, masyarakat Bugis tetap mempertahankan hubungan erat mereka dengan laut. Sebagian besar warga tetap berprofesi sebagai nelayan, terlebih karena dusun yang mereka tempati berada di pesisir yang langsung berhadapan dengan laut lepas.
Namun seiring waktu, pola kehidupan mereka mulai berkembang. Jika sebelumnya kehidupan sepenuhnya bergantung pada hasil laut, secara perlahan muncul perpaduan antara kehidupan bahari dan agraris.
Para suami umumnya tetap melaut sebagai nelayan, sementara para ibu bersama anak-anak memanfaatkan lahan yang tersedia untuk berkebun. Mereka menanam berbagai jenis sayuran serta tanaman lain yang dapat menunjang kebutuhan rumah tangga.
Perpaduan antara aktivitas melaut dan bertani ini membentuk pola kehidupan baru yang lebih beragam bagi komunitas Bugis di Desa Mengkubang.
Sumber:
Koleksi Layanan Surat Kabar Langka, Perpustakaan Nasional RI.
Harian Neraca, 27 Oktober 1988, halaman 7 kolom 1–6.
