PELAKITA.ID – JEPARA (6/3) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengupayakan penambahan fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat melengkapi sarana perikanan yang telah tersedia sekaligus menjawab kebutuhan nelayan setempat.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa salah satu langkah yang ditempuh untuk merealisasikan pembangunan SPBUN adalah dengan mendorong keterlibatan koperasi maupun pelaku usaha dalam pengelolaannya.
Menurutnya, akses bahan bakar yang lebih dekat dengan aktivitas perikanan akan membantu meningkatkan efisiensi biaya operasional nelayan.
“Fasilitas yang ada di sini sebenarnya sudah cukup baik, mulai dari pabrik es hingga cold storage. Namun masih ada satu yang belum, yaitu SPBUN. Idealnya fasilitas ini juga segera tersedia untuk melengkapi kebutuhan nelayan,” ujar Menteri Trenggono saat meninjau langsung KNMP Bumiharjo di Jepara, Jumat (6/3).
Ia menambahkan bahwa pemerintah membuka peluang kolaborasi bagi berbagai pihak yang berminat untuk mendukung pembangunan SPBUN di kawasan tersebut, baik dari koperasi nelayan maupun pihak swasta.
Potensi perikanan tangkap di Desa Bumiharjo sendiri dinilai masih cukup besar. Saat ini tercatat sekitar 250 nelayan aktif yang menggunakan kapal tradisional berukuran 5–10 GT. Komoditas utama yang dihasilkan antara lain ikan layur dan tongkol yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.
“Kalau koperasi siap, silakan kita upayakan bersama pembangunan SPBUN-nya. Jika ada pihak swasta yang tertarik juga kami persilakan,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Trenggono juga meninjau sejumlah fasilitas yang telah tersedia di kawasan KNMP Bumiharjo, seperti pabrik es dengan teknologi slurry ice, shelter pendaratan ikan, serta bengkel nelayan.
Untuk mendukung aktivitas perbengkelan, KKP juga berencana menambah peralatan berupa mesin penarik kapal agar nelayan tidak lagi harus mendorong kapal secara manual saat melakukan perbaikan.
Selain itu, penggunaan teknologi modern seperti slurry ice menjadi salah satu fokus pengembangan agar hasil tangkapan nelayan tetap terjaga kesegarannya. Dengan dukungan fasilitas tersebut, diharapkan kualitas ikan dari Jepara dapat meningkat dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
“Harapannya tentu kesejahteraan nelayan juga meningkat. Dengan peralatan pendukung yang memadai, hasil tangkapan bisa tetap sehat dan berkualitas baik,” pungkas Menteri Trenggono.









