Azan Pertama di Negeri Tirai Bambu | NarasiAno

  • Whatsapp
Ilustrasi

PELAKITA.ID – Pecinta #NarasiAno. Kini kita menapaki malam malam menuju Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Di malam special ini, #NarasiAno suara azan berkumandang pertama di Tiongkok. Masjid yang berdiri kokoh yang usianya lebih tua dibanding Tembok Raksasa China.

Inilah kisahnya

Pada abad ke tujuh atau 651 Masehi Kekhalifahan Utsman bin Affan mengutus Sa’ad bin Abi Waqqash ke Tiongkok.

Sahabat nabi ini membawa pesan Islam dan memulai penjajakan hubungan diplomatik dengan kekaisaran Gaozon dari Dinasti Tang. Perjalanan dilakukan melalui jalur laut, singgah di Oman, Sri Lanka, hingga mencapai wilayah Sumatera, sebelum akhirnya tiba di Tiongkok pada tahun 616.

Kehadiran Sa’ad bin Abi Waqqash di Tiongkok menjadi pembeda dari bagi warga setempat. Saking senangnya sang Kaisar, Saa’ad diizinkan untuk membangun Masjid kemudian diberi nama Masjid Huaisheng, berlokasi di Guangzhou, masjid ini dikenal juga sebagai Masjid

Guangta (Masjid Mercusuar) dan menjadi salah satu masjid tertua di dunia yang didirikan pada masa itu. Masjid ini memiliki menara unik (Guangta) dan memadukan gaya arsitektur Cina tradisional dengan seni Islam.

Kehadiran Masjid Huaisheng tidak sekadar tempat ibadah bagi umat muslim tetapi simbol keberanian iman dan persahabatan antar budaya. Dari sejarah ini komunitas Islam mula berkembang di Tiongkok.

Lembaran buku “Jewel of Chinese Muslim’s Heritage” (2005), Mohammed Khamouch menceritakan keistimewaan kompleks masjid yang diyakini berusia lebih dari 1.300 tahun itu.

Menara abu-abu yang berbentuk silinder berfungsi tidak hanya sebagai tempat mengumandangkan azan tetapi sebagai mercusuar kecil yang menuntun perahu-perahu pelintas Sungai Zhu Jiang yang bermuara di Laut Cina Selatan.

Dari segi arsitektur, Masjid Huaisheng menunjukkan keunikan karena mengalami perpaduan gaya arsitektur antara China tradisional dan Islam. Di dalam kompleks ini, ada enam bangunan utama.l, koridor, paviliun tugu peringatan.

Dari segi arsitektur, Masjid Huaisheng menunjukkan keunikan karena mengalami perpaduan gaya arsitektur antara China tradisional dan Islam. Di dalam kompleks ini, ada enam bangunan utama.l, koridor, paviliun tugu peringatan.

Kaligrafi yang memadukan gaya Arab-Cina terpampang indah di muka ruang shalat. Tulisan besar Laa ilaaha illa Allah tergurat begitu indahnya.

Selain masjid pertama di Tiongkok, berikut catatan masjid tertua yang menjadi lambang sejarah kehadiran Islam di Negeri Tirai Bambu ini.

Masjid Agung Xi’an (Shaanxi): Masjid tertua dan terbesar di Tiongkok, dibangun tahun 742 M pada Dinasti Tang. Masjid Niujie (Beijing): Didirikan tahun 966 M, masjid ini adalah yang tertua di Beijing dengan nuansa merah khas Tiongkok kuno.

Masjid Idgar (Xinjiang): Terletak di Kashgar, masjid ini berdiri pada tahun 1422 dan merupakan salah satu yang terbesar di Tiongkok,

Masjid Anshun (Guizhou): Masjid yang berusia sekitar 360 tahun dengan struktur tiga lantai, menunjukkan perpaduan budaya di bagian barat daya Tiongkok

Sejarah mengajarkan kita bahwa peradaban besar lahir dari pertemuan bukan sekat. Dari Guangzhou hingga Nusantara Islam hadir sebagai jembatan, menghubungkan manusia, budaya dan harapan.

Pada setiap jejak kisah kita belajar satu hal. Bahwa iman, ilmu dan persaudaraan selalu bememikan jalanny melintasi laut dan zaman.

Selamat menanti Lailatul Qadar di 16 Ramadan. Semoga hati kita doejuho cahaya Al Qur’an dan hidup kita dipenuhi hikmah dari setia ayat yang kita baca selama Ramadan 1447 H.

#Seri13
#Ramadan1447H

NarasiAno, Tenang Dibaca, Kuat Dirasakan