PELAKITA.ID – Spanyol menolak mengizinkan pesawat Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran. Donald Trump kemudian merespons dengan mengancam akan menghentikan seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol.
Perdana Menteri Pedro Sánchez tampil di televisi nasional dan menyampaikan pidato selama sepuluh menit yang tidak diduga oleh dunia.
Pada 4 Maret 2026, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyampaikan pidato yang disiarkan secara nasional sebagai tanggapan atas ancaman Donald Trump untuk memutus seluruh perdagangan dengan Spanyol.
Ketegangan ini bermula setelah Spanyol memveto penggunaan pangkalan udara Rota dan Morón oleh militer Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Dalam pidatonya, Sánchez menarik perbandingan langsung dengan Perang Irak.
Ia mengingatkan bahwa 23 tahun lalu, pemerintahan Amerika Serikat berhasil meyakinkan para sekutunya untuk menginvasi Irak dengan alasan keberadaan senjata pemusnah massal yang pada akhirnya tidak pernah ditemukan.
Menurutnya, perang tersebut merupakan kegagalan besar yang justru memicu terorisme, krisis migrasi, serta kenaikan biaya energi di seluruh Eropa.
Sánchez juga menyinggung aliansi antara George W. Bush, Tony Blair, dan José María Aznar yang saat itu dikenal sebagai “Trio Azores”, dan menyebut warisan kebijakan mereka sebagai sesuatu yang meninggalkan “kehidupan yang buruk” bagi masyarakat Eropa.
Sebelumnya, Donald Trump menyebut Spanyol sebagai “mitra yang buruk”. Sánchez menanggapi pernyataan itu hanya dengan tiga kata: “Tidak untuk perang.”









