Satu Tahun Pemerintahan Daeng Manye–Hengky Yasin

  • Whatsapp
Tahun 2025 disebut sebagai tahun pondasi. Pemerintah fokus membangun mekanisme, proses kerja, disiplin organisasi, serta kultur dan spirit birokrasi. Menurut Daeng Manye, mesin penggerak pembangunan bukan hanya program, tetapi manusia di dalam organisasi.

Fondasi Transformasi Digital dan Akselerasi Pembangunan Takalar

  • Mutasi dilakukan berbasis kompetensi dan kinerja, tanpa praktik “bayar jabatan.” Prinsipnya sederhana: siapa yang mampu melompat lebih tinggi, akan mendapat ruang lebih besar. 
  • Sektor pertanian tumbuh signifikan, bahkan disebut mencapai 18%, sementara sektor perikanan mulai didorong menuju digitalisasi produksi dan hilirisasi. Tantangan terbesar tetap pada angka putus sekolah. Pemerintah mendorong pemanfaatan program Paket A, B, dan C agar anak-anak Takalar tetap mendapatkan akses pendidikan hingga 12 tahun.
  • Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami pertumbuhan signifikan, disebut meningkat lebih dari 200%. Pemerintah ingin memastikan pelayanan publik menjadi prioritas utama.

PELAKITA.ID – Pelakita.ID mendapat undangan dari Pemerintah Takalar untuk menghadiri pemaparan 1 Tahun Pemerintahan Mohammad Firdaus Daeng Manye – H. Hengky Yasin di Aula Kantor Bupati Takalar dan dirangkaikan acara buka puasa bersama, Senin, 2 Maret 2026.

Berikut catatan Kamaruddin Azis, founder Pelakita.ID sesuai pembacaan atas paparan Bupati Daeng Manye.

***

Satu tahun sudah pemerintahan Daeng Manye–Hengky Yasin memimpin Kabupaten Takalar. Momentum ini menjadi refleksi perjalanan sekaligus ruang akuntabilitas kepada masyarakat.

Dalam peringatan satu tahun kepemimpinan, pemerintah daerah mengundang tokoh masyarakat, unsur Forkopimda, serta berbagai elemen strategis untuk melihat secara langsung capaian dan arah pembangunan Takalar ke depan.

Tagline besar yang diusung sejak awal telah ditegaskan dan disahkan melalui DPRD: “Takalar Maju dan Berdaya Saing Melalui Ekonomi Digital.” Sebuah visi yang dinilai berani, karena ekonomi digital ditempatkan sebagai fondasi transformasi daerah.

Fondasi 2025: Tahun Membangun Mesin Perubahan

Tahun 2025 disebut sebagai tahun pondasi. Pemerintah fokus membangun mekanisme, proses kerja, disiplin organisasi, serta kultur dan spirit birokrasi. Menurut Daeng Manye, mesin penggerak pembangunan bukan hanya program, tetapi manusia di dalam organisasi.

Salah satu langkah paling fundamental adalah reformasi birokrasi melalui mutasi besar-besaran ASN.

Sebanyak 311 ASN dimutasi pada September–Oktober 2025, meliputi camat, kepala dinas, kepala bidang, sekretaris kecamatan, sekretaris lurah, hingga lurah.

Mutasi dilakukan berbasis kompetensi dan kinerja, tanpa praktik “bayar jabatan.” Prinsipnya sederhana: siapa yang mampu melompat lebih tinggi, akan mendapat ruang lebih besar. Yang belum memenuhi standar, diberi waktu untuk memperbaiki kapasitas.

Langkah ini menjadi simbol keberanian perubahan struktural dalam tubuh pemerintahan.

Arah Transformasi Bertahap hingga 2028

Pemerintahan Daeng Manye–Hengky Yasin telah menyusun tahapan transformasi:

  • 2025: Membangun pondasi digital dan budaya kerja.

  • 2026: Akselerasi transformasi.

  • 2027: Pengembangan dan pemantapan kualitas transformasi.

  • 2028: Optimalisasi dan persembahan hasil transformasi kepada masyarakat.

Transformasi ini tidak hanya administratif, tetapi menyentuh pelayanan publik, ekonomi rakyat, hingga tata kelola fiskal.

Capaian Indikator Makro: Kemiskinan, Pengangguran, dan Ketimpangan

Dalam satu tahun, sejumlah indikator makro menunjukkan perbaikan signifikan:

1. Penurunan Kemiskinan

Tingkat kemiskinan turun sekitar 7% dalam satu tahun. Angka ini menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

2. Penurunan Pengangguran

Angka pengangguran menurun dari 3,84% menjadi sekitar 3,7%. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, jumlah penganggur berkurang. Ini menandakan pembukaan lapangan kerja baru dan pergerakan ekonomi yang lebih aktif.

3. Perbaikan Ketimpangan (Gini Ratio)

Indeks ketimpangan turun dari 0,385 menjadi 0,34. Ini berarti distribusi kekayaan semakin merata dan semakin banyak masyarakat yang masuk kategori mampu.

4. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

IPM yang mengukur usia harapan hidup, pendidikan, dan kesejahteraan menunjukkan tren membaik.

Tantangan terbesar tetap pada angka putus sekolah. Pemerintah mendorong pemanfaatan program Paket A, B, dan C agar anak-anak Takalar tetap mendapatkan akses pendidikan hingga 12 tahun.

Ekonomi Rakyat Bergerak

Rata-rata pengeluaran rumah tangga meningkat dari Rp11 juta menjadi Rp12 juta per tahun. Kenaikan ini mengindikasikan daya beli masyarakat yang membaik.

Peningkatan konsumsi berdampak langsung pada:

  • Pertumbuhan UMKM

  • Aktivitas salon, bengkel, kuliner, dan toko-toko

  • Pergerakan ekonomi lokal

Sektor pertanian tumbuh signifikan, bahkan disebut mencapai 18%, sementara sektor perikanan mulai didorong menuju digitalisasi produksi dan hilirisasi.

Hilirisasi Perikanan: Membangun Industri Terintegrasi

Sebagai daerah dengan potensi laut besar, Takalar menyiapkan konsep industri perikanan terintegrasi, meliputi:

  • Pelabuhan ikan

  • Pasar ikan

  • Kawasan kuliner ikan

  • Pengolahan dan pabrik ikan

  • Cold storage

Seluruh ekosistem ini dirancang dalam satu kawasan agar nilai tambah tetap berada di Takalar.

Digitalisasi UMKM dan Layanan Publik

Sekitar 1.200 UMKM telah mengikuti sosialisasi digital bekerja sama dengan Google dan lembaga internasional. Tujuannya agar pelaku usaha terdaftar dan terlihat di platform digital sehingga produk lokal mudah ditemukan.

Di bidang pelayanan publik, pemerintah meluncurkan model pelayanan publik digital, termasuk rencana layanan “Sehati.” Digitalisasi menyentuh:

  • Rumah sakit dan Puskesmas

  • Dukcapil

  • PTSP

  • Kelurahan dan desa

  • Sekolah

Infrastruktur listrik dan internet juga diperluas, termasuk hingga Pulau Satanga.

Ketegasan dan Disiplin Fiskal

Di tengah penurunan fiskal sekitar Rp210 miliar dibanding tahun sebelumnya, pemerintah tetap menjaga stabilitas. Langkah pengetatan anggaran dilakukan bersamaan dengan pembayaran kewajiban utang.

Ketegasan juga diterapkan dalam penegakan disiplin, termasuk penertiban parkir liar dan penataan birokrasi. Prinsipnya: perubahan membutuhkan keberanian mengambil sikap.

Pertumbuhan PAD dan Spirit Perubahan

Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami pertumbuhan signifikan, disebut meningkat lebih dari 200%. Pemerintah ingin memastikan pelayanan publik menjadi prioritas utama.

Daeng Manye menegaskan, perubahan bukan hanya soal angka, tetapi soal spirit. Takalar harus bergerak dengan visi futuristik, kreatif, dan berani berinovasi.

Kolaborasi dan Akses Pendidikan

Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk pemberian akses dan peluang pendidikan bagi putra-putri Takalar.

Kolaborasi dengan tokoh agama, pesantren modern, hingga kementerian teknis menjadi bagian dari strategi memperluas jaringan pembangunan.

Satu Tahun, Awal Transformasi

Satu tahun pertama pemerintahan Daeng Manye–Hengky Yasin bukanlah puncak, melainkan fondasi. Reformasi birokrasi, digitalisasi pelayanan, penguatan ekonomi rakyat, dan hilirisasi perikanan menjadi pilar awal menuju Takalar yang lebih maju dan berdaya saing.

Tantangan ke depan masih besar. Namun jika pondasi 2025 benar-benar kokoh, maka akselerasi 2026 dan seterusnya akan membawa Takalar pada transformasi yang lebih matang.

Perubahan telah dimulai. Kini, konsistensi menjadi kunci.