PELAKITA.ID – Dalam suasana yang sarat gagasan, kebersamaan, dan semangat kebangsaan, Ketua Umum DPP Garuda AstaCita Nusantara (GAN), Muhammad Burhanuddin, menghadiri Sarasehan Kebudayaan dan Buka Puasa Bersama yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan di Bogor, Ahad, 1 Maret 2026.
Momentum ini menjadi ruang silaturahmi strategis yang mempertemukan para tokoh nasional lintas bidang dalam suasana dialog yang hangat dan reflektif.
“Sarasehan tersebut menghadirkan sejumlah figur penting bangsa, di antaranya Fadli Zon, yang selama ini dikenal aktif mengarusutamakan kebudayaan sebagai pilar pembangunan nasional,” ungkap Burhanuddin.
Ditambahkan, hadir pula Badrodin Haiti, mantan Kapolri dengan pengalaman panjang dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara.
“Serta Suyudi Ario Seto, Kepala Badan Narkotika Nasional yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto,” sebut Muhammad Burhanuddin.
Dikatakan, kehadiran para tokoh ini memperkaya diskusi dengan perspektif kebudayaan, kebangsaan, keamanan, dan ketahanan sosial.
Dalam suasana Ramadan yang penuh makna, dialog kebudayaan menjadi semakin bernilai.
“Kebudayaan tidak hanya dibahas sebagai warisan sejarah, tetapi sebagai fondasi strategis dalam membangun karakter bangsa, memperkuat nilai kebangsaan, serta menjaga kohesi sosial di tengah tantangan global dan disrupsi zaman,” sebut Burhanuddin.
Sarasehan ini menegaskan bahwa pembangunan peradaban Nusantara yang berkelanjutan harus berakar kuat pada nilai, etika, dan identitas nasional.
Bagi DPP GAN, pertemuan ini merupakan pengingat penting bahwa masa depan Indonesia dibangun melalui kolaborasi, bukan sekadar kebijakan sektoral.
“Silaturahmi yang terjalin membuka ruang pertukaran gagasan, memperkuat jejaring kepercayaan, serta menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa stabilitas nasional dan kemajuan bangsa memerlukan sinergi lintas institusi dan generasi,” sebut Bur.
Dari dialog lahir kolaborasi. Dari silaturahmi tumbuh kekuatan. Sarasehan dan buka puasa bersama ini menjadi simbol bahwa di tengah keberagaman latar belakang dan pandangan,
“Indonesia selalu memiliki ruang bersama untuk merawat persatuan, membangun karakter, dan melangkah menuju masa depan yang lebih beradab dan bermartabat,” kunci Muhammad Burhanuddin.
Redaksi
