Ikafe Unhas Gelar Ikafe in Harmony, Inovatif Merawat Silaturahmi dan Kreatif Merangkul Generasi

  • Whatsapp
Kolaborasi ada di balik kegiatan ini. Ikafe bekerja sama dengan FEB Unhas, serta didukung oleh Ikatan Alumni Jurusan (IKAIE, I AM, dan IKA Akuntansi Unhas), kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana jejaring alumni dapat bergerak lincah, adaptif, dan kolaboratif.

PELAKITA.ID – Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Ikafe Unhas) kembali menunjukkan bahwa organisasi alumni bukan sekadar ruang nostalgia, melainkan laboratorium gagasan yang hidup dan relevan dengan zamannya.

Menjelang Ramadan, Ikafe Unhas menghadirkan sebuah kegiatan yang sederhana namun sarat makna: kolaborasi perdana lintas generasi dan lintas peran—alumni, dosen, dan mahasiswa—dalam satu ruang kreatif yang inklusif.

Bekerja sama dengan FEB Unhas, serta didukung oleh Ikatan Alumni Jurusan (IKAIE, I AM, dan IKA Akuntansi Unhas), kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana jejaring alumni dapat bergerak lincah, adaptif, dan kolaboratif.

Bukan hanya mengumpulkan orang, tetapi menyatukan energi, gagasan, dan kepedulian sosial dalam satu momentum kebersamaan.

Mengambil tempat di Bikin Bikin Creative Hub, Mall Nipah Makassar, acara ini dirancang sebagai ruang temu yang cair dan kreatif.

Dimulai pukul 16.00 WITA pada 1 Maret 2026, rangkaian kegiatan mencakup berbagi takjil hingga buka puasa bersama—dua agenda yang mungkin terdengar familiar, tetapi dikemas dengan semangat kolaborasi dan kebaruan.

Di sinilah letak inovasinya. Ikafe Unhas tidak sekadar mengulang pola kegiatan rutin, melainkan menghadirkan pengalaman bersama yang relevan dengan gaya hidup generasi hari ini.

“Creative hub dipilih bukan tanpa alasan: ia merepresentasikan semangat FEB Unhas yang dinamis, terbuka terhadap ide-ide baru, dan dekat dengan dunia kewirausahaan, ekonomi kreatif, serta jejaring profesional,” jelas Mohammad Suaib Mappasila, Sekjen Ikafe.

Lebih dari itu, lanjut Suaib, kegiatan ini menegaskan bahwa Ikafe Unhas memahami perannya sebagai jembatan—menghubungkan alumni lintas angkatan, dosen sebagai penjaga nilai akademik, dan mahasiswa sebagai generasi penerus.

“Di satu meja buka puasa, sekat-sekat formal dilebur; yang tersisa adalah dialog, inspirasi, dan rasa memiliki terhadap almamater,” imbuh Suaib.

Dengan langkah-langkah kreatif seperti ini, Ikafe Unhas memberi contoh bagaimana organisasi alumni dapat terus relevan: adaptif terhadap konteks zaman, peka terhadap kebutuhan sosial, dan berani bereksperimen dalam format kegiatan.

Bukan hanya meramaikan kalender acara, tetapi menghidupkan makna kebersamaan.

Satu hari lagi menuju pertemuan itu. Bukan sekadar kumpul, melainkan perayaan kolaborasi. Ikafe Unhas sekali lagi membuktikan: inovasi tidak selalu tentang hal besar, tetapi tentang cara cerdas merawat relasi dan menghadirkan ruang-ruang bermakna bagi semua.