PELAKITA.ID – Makassar, 24 Februari 2026 – Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin kembali menggelar sebuah inisiatif penting untuk memperkuat kualitas pendidikan di bidang Kesehatan Lingkungan melalui Workshop Penyusunan Visi, Misi, Tujuan, Strategis, Unggulan (VMTSU) dan Rencana Strategis Program Studi Magister Kesehatan Lingkungan FKM UNHAS Periode 2025-2029.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 24 Februari 2026, mulai pukul 09.30 WITA bertempat di Ruang Aula Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Unhas.
Acara diawali dengan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Basir, S.KM., M.Sc, dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia yaitu, Dr. Agus Bintara Birawida, S.Kel., M.Kes.

Dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk penyusunan Penyusunan Visi, Misi, Tujuan, Strategis, Unggulan (VMTSU) dan Rencana Strategis Program Studi Magister Kesehatan Lingkungan FKM UNHAS Periode 2025-2029.
Workshop ini merupakan forum strategis untuk memutakhirkan arah pengembangan Program Studi S2 Kesehatan Lingkungan agar selaras dengan kebutuhan penguatan tata kelola akademik, dinamika kebijakan kesehatan, serta tantangan kesehatan lingkungan di tingkat nasional dan daerah.
Kegiatan juga dirancang untuk menghimpun masukan lintas pemangku kepentingan sehingga rumusan VMTSU dan Renstra menjadi lebih relevan, terukur, dan implementatif bagi pengembangan prodi pada periode 2025–2029.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Program Studi S2 Kesehatan Lingkungan, Prof. Dr. Anwar Daud, S.KM., M.Kes., yang menekankan bahwa penyusunan VMTSU dan RENSTRA adalah dokumen akademik yang sangat strategis dalam menentukan arah pembelajaran.
“Dengan demikian, pembaruan yang dilakukan harus mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk dunia industri, pemerintah, dan organisasi profesi yang dapat bermanfaat langsung dan diterima di masyarakat,” ucap Prof Anwar.
Selanjutnya, Dr. Erniwati Ibrahim, S.KM., M.Kes., Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan, menyampaikan bahwa workshop ini adalah bagian dari upaya departemen untuk memastikan VMTSU dan RENSTRA Prodi S2 Kesling sejalan dengan sistem penjaminan mutu internal universitas.
Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, S.KM., M.Kes., M.ScPH., Ph.D., dalam sambutannya menekankan urgensi penyusunan VMTSU.
“Workshop ini sangat penting khususnya di bidang kesehatan lingkungan, untuk menghadapi tantangan global yang terus berkembang,” sebut Prof Sukri.
Sebagai inti kegiatan, workshop menghadirkan tiga materi utama yang disusun berurutan untuk menguatkan landasan penyusunan VMTSU dan Renstra.
Materi 1 mengangkat tema Arah Pengembangan Profesi dan Pendidikan Kesehatan Lingkungan dalam Mendukung Transformasi Kesehatan Nasional dengan pemateri Prof. Dr. H. Arif Sumantri, SKM., M.Kes,
Selanjutnya, Materi 2 membahas Kebutuhan SDM dan Strategi Penguatan Kesehatan Lingkungan di Tingkat Daerah oleh Dr. Muhammadong, S.KM., M.Kes
Materi 3 menekankan Best Practice Pengembangan Kurikulum dan Roadmap Riset Program Studi S2 Kesehatan Lingkungan oleh Dr. R. Azizah, SH., M.Kes. Workshop kali ini dimoderatori oleh Dr. Owildan Wisudawan B., S.KM., M.Kes.
Memasuki sesi akhir, panitia memfasilitasi pemaparan draft VMTSU prodi dan dilanjutkan diskusi sebagai ruang konsolidasi masukan peserta untuk penyempurnaan rumusan akhir VMTSU dan kerangka Renstra periode 2025–2029, sebelum kegiatan ditutup pada 16.30–16.40 WITA.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 29 peserta yang terdiri dari unsur penanggung jawab/pengarah, dosen, serta keterlibatan mitra dan pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari organisasi profesi dan institusi teknis seperti HAKLI Provinsi Sulawesi Selatan, Poltekkes Kemenkes Makassar, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar, dan BTKLPP Kelas I Makassar, serta unsur alumni dan mahasiswa.
Melalui forum ini, FKM Unhas menegaskan komitmen penguatan tata kelola Program Studi S2 Kesehatan Lingkungan melalui perumusan VMTSU yang lebih fokus, serta Renstra yang lebih operasional dan dapat diukur, dengan menempatkan pengembangan kurikulum dan roadmap riset sebagai pilar utama peningkatan mutu dan relevansi lulusan.
Redaksi
