NarasiAno | Dari Suku Menjadi Penakluk Dunia

  • Whatsapp
Ilustrasi NarasiAno

Seljuk berubah dari suku pengembara menjadi sebuah kekaisaran. Ketika memasuki Baghdad Suku Seljuk diangkat lalu diakui sebagai pelindung kekhalifahan Abbasiah.

PELAKITA.ID – Ada sebuah kisah tentang tentara bayaran yang hidupnya berpindah pindah, seringkali mencari tempat untuk menetap di tepi sungai dan Tentara bayaran.

Mereka disebut sebagai Suku Seljuk. Tapi Siapa sangka dari suku yang kecil, dihuni oleh tiga ratus orang dan tentara bayaran tetapi mampu menaklukkan berbagai wilayah kekaisaran hingga akhirnya dari suku, hidup nomaden lalu berdiri menjadi Kekaisaran yang berkuasa di Asia Tengah hingga Anatolia atau saat ini disebut sebagai Turki.

Suku ini bangkit menjadi kekuatan besar bukan karena jumlah, melainkan karena disiplin, iman dan pedang.

Sebelum melanjutkan kisahnya, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan tarawih pada hari ke empat Ramadan 1447 H.

Semoga ibadah puasa dan tarawih kita diterima Allah, dan semoga kita semakin dekat dengan-Nya. Tetap semangat dan jaga kesehatan!.

Suku Seljuk, berasal dari suku Oghuz bagian dari Turki. Suku ini memisahkan diri dan menetap di dekat sungai Syr Darya, di mana mereka memeluk Islam Sunni dan mulai menjadi tentara bayaran yang tangguh.

Para tentaranya dilatih berperang sejak usia masih kecil, cara menunggangi kuda, taktik dan bagaimana cara untuk menjadi tentara yang tangguh.

Merasa sangat yakin dan tangguh. Setahun usai memeluk Islam pasukan suku kecil ini menuju bagian Barat lalu menembus Persia dan Irak.

Di bawah pimpinan Tughril Beg, pasukan suku berkuda ini berhasil mendirikan dinasti pada tahun 1037 lalu menaklukkan Iran dan Irak kemudian menduduki Baghdad pada 1055.

Seljuk berubah dari suku pengembara menjadi sebuah kekaisaran. Ketika memasuki Baghdad Suku Seljuk diangkat lalu diakui sebagai pelindung kekhalifahan Abbasiah.

Kekuatan dan Kekuasaan Seljuk mencapai masa keemasan. sekitar 1037-1157 M. Pada masa kekaisaran Seljuk dipimpin Alp Arslan yang memimpin pasukan pertempuran Manzikert melawan Bizantium.

Dengan menggunakan taktik kaveleri, cepat dan tanggap serta pengepungan pasukan Seljuk dengan mudah mengobrak abrik lalu menangkap Kaisar Bizantium.

Di bawah kepemimpinan Alp Arslan, yang dalam bahasa Turki berarti “Singa Pemberani”, kekaisaran Seljuk membentang luas. Dari Irak, Suriah hingga Anatolia (Turki).

Berawal dari sebuah suku di tepi sungai lalu menjelma sebagai kekaisaran kemudian mampu mengubah peta politik Timur Tengah dan mengguncang dunia pada zamannya.

Sementara Bizantium- sebagai benteng terakhir Kristen di bagian Timur yang kalah dari Seljuk, lamat tapi perlahan mundur dan kekuatannya semakin melemah.

Karena terdesak dan tak mampu membalaskan kekalahan dari sebuah pasukan kecil yang menjelma sebagai kekaiasaran maka Bizantium meminta bala bantuan dari Barat.

Pembaca #NarasiAno yang budiman. Pernah membaca Perang Salib? Nah atas permintaan Bizantium ke dunia barat inilah sehingga muncul Seruan Besar dalam sejarah, pada tahun 1095 perintah dari dunia barat itu berubah menjadi “Perang Salib Pertama”.

Dan yang paling penting, walaupun dari suku nomaden, kelompok berkuda akan tetapi Seljuk berhasil menyatukan wilayah Timur Tengah, mempromosikan seni, arsitektur, dan pendidikan Islam, serta bertindak sebagai pelindung Khalifah Abbasiyah.

Kisah Seljuk bukan sekadar catatan tentang penaklukan dan ekspansi wilayah. Melainkan bagaimana sebuah bangsa membangun peradaban melalui ilmu, tata kelola dan keberanian menjaga identitas di tengah perubahan zaman.

#Seriempat
#Ramadan1447H

NarasiAno, Tenang Dibaca, Kuat Dirasakan