PELAKITA.ID – Kehadiran Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 15 Februari 2026, menjadi perhatian publik.
Pasalnya, Menteri Agama diketahui menggunakan pesawat jet pribadi untuk menghadiri acara peresmian Gedung Balai Sarkiah, sebuah fasilitas keagamaan dan sosial yang baru dibangun di wilayah tersebut.
Penggunaan moda transportasi mewah di tengah hari libur memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait kepatutan serta efisiensi penggunaan fasilitas oleh pejabat publik.
Menanggapi polemik yang berkembang, Kementerian Agama memberikan klarifikasi resmi.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa penggunaan jet pribadi tersebut bukan berasal dari anggaran negara maupun inisiatif Menteri Agama.
Menurut Thobib, kehadiran Nasaruddin Umar di Takalar merupakan undangan khusus dari tokoh nasional Oesman Sapta Odang atau yang akrab disapa OSO.
“Seluruh moda transportasi perjalanan disiapkan oleh penyelenggara,” ujar Thobib dalam keterangannya. Ia menjelaskan bahwa inisiatif penyediaan jet pribadi sepenuhnya berasal dari OSO sebagai tuan rumah, dengan pertimbangan padatnya agenda Menteri Agama. Fasilitasi tersebut dimaksudkan agar Nasaruddin Umar tetap dapat memenuhi undangan penting tanpa mengganggu jadwal kerja lainnya.
Kementerian Agama juga menekankan dedikasi Menteri Agama yang tetap menjalankan tugas pelayanan umat meskipun di hari libur.
Kehadiran Nasaruddin Umar di Takalar dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap inisiatif masyarakat dan tokoh nasional dalam membangun infrastruktur keagamaan secara mandiri, di luar pembiayaan negara.
Gedung Balai Sarkiah yang diresmikan berlokasi di Kelurahan Sabintang, Kabupaten Takalar. Gedung ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan umat di Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Menteri Agama mengapresiasi kontribusi keluarga besar OSO dalam mendorong pembangunan fasilitas yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
“Balai Sarkiah ini bukan sekadar gedung, tetapi simbol kolaborasi untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Thobib, mengutip pesan Menteri Agama dalam acara tersebut. Pemerintah, kata dia, sangat menghargai peran tokoh masyarakat yang turut berkontribusi memperkuat infrastruktur keagamaan dan sosial.
Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting.
Selain Oesman Sapta Odang beserta keluarga, turut hadir Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan, serta sekitar 200 tokoh agama dan masyarakat setempat yang memadati lokasi acara.
Rangkaian peresmian diawali dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Pembina Yayasan, Serviati Oesman, yang didampingi langsung oleh Menteri Agama.
Momentum tersebut tidak hanya menandai selesainya pembangunan fisik gedung, tetapi juga dimulainya fungsi sosial Balai Sarkiah bagi masyarakat.
Hal itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Yayasan KN Foundation, sebagai bagian dari penguatan peran Balai Sarkiah dalam pengelolaan dan penyaluran zakat serta kegiatan sosial keumatan.
Dalam sambutannya, Bupati Takalar menyampaikan bahwa kehadiran langsung Menteri Agama dan dukungan tokoh nasional menjadi suntikan motivasi besar bagi masyarakat Takalar.
Ia berharap Balai Sarkiah dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak ruang kolaboratif yang mendorong kegiatan positif dan pemberdayaan umat secara berkelanjutan.
Dengan demikian, di tengah sorotan publik terhadap penggunaan jet pribadi, Kementerian Agama menegaskan bahwa kehadiran Menteri Agama di Takalar lebih menitikberatkan pada penghargaan terhadap inisiatif masyarakat dan penguatan peran sosial-keagamaan, bukan pada penggunaan fasilitas negara.
Sumber: Kumparan
#nasaruddinumar #menteriagama









