Mahasiswa KKN Unhas Dorong Pengelolaan Sampah Organik melalui Budidaya Maggot di Desa Wapia-Pia

  • Whatsapp
Sosialisasi tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Unhas di Desa Wapia-Pia, salah satunya Aditya Hadinatha Ramadhan, mahasiswa Jurusan Kehutanan.

PELAKITA.ID – Desa Wapia-Pia, Wakatobi — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Maritim Universitas Hasanuddin menunjukkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan di wilayah pesisir melalui kegiatan sosialisasi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Program ini ditujukan sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Unhas di Desa Wapia-Pia, salah satunya Aditya Hadinatha Ramadhan, mahasiswa Jurusan Kehutanan.

Ia menjelaskan bahwa persoalan sampah organik masih menjadi tantangan di desa tersebut. Selama ini, sebagian sampah rumah tangga masih dikelola secara konvensional, seperti dibakar atau dibuang ke lingkungan sekitar, yang berpotensi mencemari daratan maupun perairan laut.

Melalui kegiatan ini, warga diperkenalkan pada teknik budidaya maggot BSF yang dinilai mudah diterapkan dan sesuai dengan kondisi desa pesisir. Sampah organik seperti sisa makanan dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sehingga mampu mengurangi volume sampah secara signifikan. Selain itu, maggot yang dihasilkan memiliki nilai guna sebagai pakan ternak berprotein tinggi, sementara sisa hasil penguraian atau kasgot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Untuk mendukung keberlanjutan program, mahasiswa KKN juga menyusun dan membagikan buku pedoman budidaya maggot kepada warga. Buku ini diharapkan menjadi panduan praktis agar masyarakat dapat mengelola sampah organik secara mandiri, bahkan setelah masa KKN berakhir.

Warga Desa Wapia-Pia menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung, baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun potensi nilai ekonomi.

Program sosialisasi budidaya maggot ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih baik, sekaligus mendorong terwujudnya desa pesisir yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.