PELAKITA.ID – Ramadan selalu hadir sebagai bulan pembelajaran sosial. Ia bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menumbuhkan empati, memperkuat solidaritas, dan menghidupkan kepedulian pada mereka yang kerap luput dari perhatian.
Di titik inilah Aksi Peduli Komunitas Perempuan Pesisir menemukan relevansinya, terutama pada Ramadan 1447 H kali ini.
Melalui kegiatan Peduli Jumat Berkah Ramadan 1447 H, aksi ini menegaskan bahwa nilai ibadah tidak terpisah dari realitas sosial, khususnya di wilayah pesisir yang selama ini menjadi penyangga pangan laut, namun sering berada di posisi rentan secara ekonomi dan sosial.
Perempuan telah lama menjadi tulang punggung ekonomi keluarga: mengolah hasil tangkapan, menjaga dapur tetap menyala, dan memastikan keberlanjutan hidup di tengah ketidakpastian cuaca dan penghasilan.
Program ini bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga subjek utama dalam gerakan solidaritas.
Ramadan menjadi momentum untuk mengangkat martabat, peran, dan daya perempuan pesisir sebagai aktor penting pembangunan berbasis komunitas.
Pilihan waktu pembagian paket—setiap Jumat sore selama Ramadan—memiliki makna yang kuat. Jumat adalah hari keberkahan dalam Islam, sementara sore hari menjelang berbuka adalah saat paling sensitif bagi keluarga pesisir yang berjuang memenuhi kebutuhan harian.
Paket takjil dan lauk pauk berbuka puasa yang dibagikan bukan hanya bantuan konsumsi. Ia adalah simbol kehadiran sosial, pesan bahwa perempuan dan keluarga pesisir tidak sendiri dalam menjalani Ramadan.
Dalam konteks ini, berbagi menjadi bentuk ibadah yang membumi—hadir langsung di ruang hidup masyarakat.
Aksi Peduli yang digagas sekelompok warga perempuan di Kelurahan Pabbatang, Mamajang ini penting karena tidak berhenti pada logika karitas sesaat. Ia dibangun atas semangat “Untuk Pesisir Berdaya Makassar”, sebuah pesan yang juga ditonjolkan dalam poster.
“Ramadan dimaknai sebagai pintu masuk untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pemberdayaan masyarakat pesisir secara berkelanjutan, dimulai dari perempuan,” ujar Dessyh, perempuan yang berdomisili di Jalan Kakatua II sosok di balik inisiatif ini.
Kolaborasi dengan Portal Maritim Pelakita.ID memperkuat pesan tersebut. Kerja sama ini menunjukkan bahwa aksi sosial dapat berjalan seiring dengan upaya literasi, advokasi, dan penyebaran narasi positif tentang pesisir.
Bukan hanya memberi, tetapi juga mengangkat suara dan kisah mereka yang hidup di garis pantai melalui pelibatan Komunitas Pewarta Warga Pelakita.ID.
Di tengah tekanan ekonomi, perubahan iklim, dan keterbatasan akses, perempuan pesisir sering menjadi kelompok yang paling terdampak.
Karena itu, Aksi Peduli Komunitas Perempuan Pesisir di Ramadan 1447 H menjadi penting sebagai pengingat bahwa pembangunan yang adil harus dimulai dari empati dan keberpihakan.
Bagi yang ingin berdonasi atau berbagi dengan kelompok perempuan pesisir melalui progeram ini dapat melihat informasi flyer berikut:

Pada akhirnya, Aksi Peduli ini bukan sekadar agenda Ramadan. Ia adalah pernyataan sikap: bahwa perempuan pesisir layak dilihat, didukung, dan diberdayakan—hari ini, di bulan suci, dan seterusnya. Kegiatan ini akan dilaporkan secara berkala di portal Pelakita.ID.
Beberapa lokasi yang akan disasar adalah komunitas perempuan pekerja, pedagang dan warga di pesisir Makassar hingga pulau-pulau seperti Lae-Lae.
Yuk kita dukung sama-sama!
Redaksi









